oleh

Anggaran Infrastruktur Kab. Magetan di Refocussing Untuk Penanganan Pandemi Covid – 19

 

Rochmat Zainuddin. ST. MT

Beritatrends, Magetan – Kondisi saat pandemi Covid-19 membuat kita harus melakukan upaya proteksi atau melindungi diri sebagai tindakan pencegahan dari penularan Covid-19

Penanggulangan pandemi Covid-19 sampai saat masih diperlukan beberapa tindakan khusus dalam menghadapinya. Praktiknya, negara-negara memberlakukan kebijakan isolasi, karantina dan pembatasan sosial dalam upaya mencegah penularan virus dengan level komitmen dan efektivitas yang berbeda. Kebijakan pembatasan guna mencegah penularan tersebut secara langsung berpengaruh terhadap perekonomian.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Indonesia melakukan berbagai pilihan-pilihan hukum atas dasar kebijakan yang ditujukan dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Salah satunya melalui kehadiran Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang  Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid- 19)  dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang.

Kehadiran undang-undang tersebut kemudian memberikan dampak baik yang berisfat substantif maupun prosedural dalam segi tata kelola pemerintahan yang salah satunya yaitu kebijakan pengelolaan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah yang mengalami beberapa transformasi khususnya dalam konteks refocussing dan realokasi, yaitu pemusatan kembali serta pengalihan terhadap APBD (Anggaran Pendapat Belanja Daerah).

Proses penanggulangan pandemi Covid-19, salah satunya diwujudkan melalui tindakan refocussing dan realokasi APBD dalam konteks pengelolaan keuangan daerah.

Plt Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan Ir. Muchtar melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Rochmat Zainuddin. ST. MT mengatakan, pada prinsipnya alokasi anggaran tahun 2021 sudah di tentukan dan situasi pada saat ini membutuhkan perhatian yang serius, maka anggaran-anggaran yang diiklas itu khusunya di Dinas PUPR banyak yang mengalami Refocusing  Remorse  dalam arti pengalihan anggaran tadinya infrastruktur dialihkan ke anggaran untuk penanganan situasi pandemi Covid 19, sehingga dampaknya secara langsung .

“Hal tersebut menjadi tugas kita, untuk diperhitungkan dengan matang diambil yang  agak prioritas  secara ketat, seperti ada gedung atau kantor pemerintah, yang melayani kantor Pemerintahan atau  Kecamatan ada kerusan terpaksa kita harus urus secara prioritas tidak bisa langsung kita perbaiki.

Kemudian disisi lain kami juga penanganan jaringan air minum, trotoar juga mengalami Refocusing sehingga kerja kita perlu kita cermati yang mana yang bener didahulukan, yang mana sekiranya masih bisa ditunda.

“Harapan kami kepada masyarakat harus bisa memahami situasi seperti ini, keterbatasan kami berdasarkan anggaran juga ada prioritas, Kabupaten tinggal menyesuaikan. Ya kami harap sama – sama saling memahamilah intinya disitu,”pungkas Rochmat Zainuddin. (Efa/wawa)

 

News Feed