oleh

Oknum LSM di Sampang Diancam Hukuman 9 Tahun Dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Kapolres Sampang saat konferensi pers di Mapolres Sampang jalan Jamaluddin menunjukkan barang bukti

Beritatrends, Sampang – Amir Hamzah (38) dan Rizky (42) oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sampang di tetapkan menjadi tersangka oleh Polres Sampang, yang di duga melakukan pemerasan terhadap Asbi (32), warga Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang Madura adalah pemborong proyek. Ke dua tersangka di ancam hukuman 9 tahun penjara.

AKBP Abdul Hafids, Kapolres Sampang saat konferensi pers menjelaskan berawal pada tanggal 13 Februari 2021, Asbi (korban pemerasan) mendapat informasi kalau proyek saluran air tahun 2019, di datangi oleh tersangka. Selanjutnya korban menghubungi tersangka untuk melakukan komunikasi. Setelah komunikasi antara korban dengan tersangka, yang mana tersangka mengancam korban, dengan cara akan melaporkan permasalahan tersebut ke pihak yang berwenang, apabila tidak mau di laporkan, korban harus menyerahkan uang sebesar Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) kepada tersangka.

” Atas ancaman tersangka, korban merasa takut, terancam dan di peras,” jelasnya Kapolres Sampang yang di dampingi oleh Wakapolres, Last Reskrim.

Selanjutnya di tempat yang sama, AKP Riki Donaire Piliang, Kasat Reskrim Polres Sampang, menerangkan kronologis penangkapan, korban pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2021 korban dan tersangka ketemuan di salah satu cafe di jalan Makboel Kelurahan Polagan Kecamatan Sampang sekitar pukul 22.00 Wib dan terjadi transaksi tawar menawar akhirnya diel sebesar 40 juta rupiah. Waktu itu korban tidak membawa uang yang di minta tersangka, hanya membawa uang sebesar Rp 19.400.000 dan sisanya akan di bayarkan ke esok harinya. Apabila korban tidak melunasi, tersangka akan tetap melaporkan kepada pihak yang berwenang. Dengan adanya laporan dari korban ke pihak kepolisian, akhirnya, anggotanya telah mengamankan kedua oknum LSM yang melakukan pemerasan kepada korban di salah satu Cafe di Sampang.

” Dengan adanya laporan dari Korban, anggota kami akhirnya mengamankan kedua Tersangka saat menerima Uang yang diperasnya “. Terangnya, Selasa (23/2/2021).

Perlu di Ingat, ini bukan OTT, tetapi kasus Pemerasan, korbannya sendiri yang melaporkan kepada kami dan di dampingi oleh anggota kami. Setelah dilakukan ada di lokasi anggota melihatnya langsung dan seketika itu mengamankan kedua tersangka tersebut, untuk keterlibatan oknum LSM lain, sementara dalam pengembangan, jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan kelakukan kedua tersangka tersebut, dijerat dengan Pasal 368 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP ancaman Hukuman maksimal 9 Tahun penjara. (Me2T).

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed