oleh

Razia Tambang Liar di Mempawah Hulu : Bocor Hanya Tiga orang Yang di Amankan

 

Polsek mempawah hulu Asep Tabroni saat melakukan penertiban Peti di desa Garu, Senen (22/2/2021)

Beritatrends, Landak – Undang – undang minerba/pertambangan sudah sjelas, tatakelola pertambangan, dan pelestarian lingkungan, namun apapun dan sekeras apapun peraturan yang dibuat, tak membuat surut niat penambang yang lazim di sebut Penambang Peti.

Banyak keluhan masyarakat yang lebih banyak comentar dan sindiran di dunia maya/Medsos, rata- rata tak ada yang melapor langsung terkait keruhnya Sungai Mempawah Hulu dan Sungai Sailo.

Kapolsek Mempawah Hulu Asep Tabroni mengatakan, selaku pejabat keamanan, kita selalu respon terhadap keluhan masyarakat, kita sudah petakan koordinat wilayah yang dikeluhkan masyarakat.

“Kita sudah persiapkan, namun informasi razia hari ini, Senin (22/2/2021)  bocor,”kata Asef Tabroni.

Iya bocor, kita sudah bidik yang mengunakan mesin dongpeng, ternyata sudah tidak ada aktifitas, tinggal air yang keruh kita dapatkan, namun di saat kita lanjut patroli, terdapatkan sekelompok pekerja, tiga orang penambang yang mengunakan alat Robin, diamankan perlengkapan, minyak bensin dan alat sedot. “Saat ini pelaku Giring ke Mapolsek Mempawah Hulu untuk di BAP,”ucap Asef.

Kegiatan Razia kali ini bukan yang pertama, pihaknya akan melakukan secara kontinyu. “Razia pada hari ini  bekerja sama dengan Forkopimca yang di beck up Satpol-PP dari Kabupaten Landak,”ucap Kapolsek Mempawah Hulu.

Camat Mempawah Hulu Pricilla Angela STP, SAP mengatakan, sangat mendukung penertiban tambang liar ini, karena pertimbangannya di wilayah Mempawah Hulu Sungai merupakan objek fital untuk keperluan masyarakat.

“Untuk mandi dan mencuci, warga masih bergantung dengan sungai, karena di wilayah Mempawah Hulu belum ada PDAM, dikhawatirkan keberlangsungan kelestarian lingkungan, sungai jangan sampai pendangkalan, di dasar Aliran sungai tertimbun oleh material sisa limbah tambang yang di buang langsung ke DAS, mohonlah para penambang, agar perhatikan juga lingkungan, jangan hanya alasan sulitnya ekonomi,”ucap Pricilla Angela

Terpisah, sang pekerja yang ikut terjaring pada patroli hari ini mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan tidak juga terlalu mendapat hasil banyak, kami bertiga kerja dibekas pasir tumpukan sisa Dompeng terdahulu.

“Tidak seberapa hasilnya, karena kerja di pasir bekas, kami dari Dusun Tanjam, Desa Menjalin bekerja di Dusun Runut, Desa Garu,”pungkas kepala rombongan yang tak mau menyebutkan namanya, saat berita ini di turunkan ketiga pelaku lagi di BAP.(Dominikus Tolek)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed