oleh

Perawatan Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Bengkayang, Suti Semarang Sudah Dilaksanakan Tapi Dengan Cor Semen : Menyalahi Bestek

Kondisi jalan yang ambles dibenahi namun menggunakan cor semen padahal di bestek Hotmix, Sabtu (13/2/2021)

Beritatrends, Bengkayang – Masih ingat dengan pemberitaan Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Bengkayang, Suti Semarang (Batas Kabupaten), Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Satke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Prov Kalbar yang merogoh Kocek dengan Nilai Pagu Rp 2.600.000.000,00, HPS Rp 2.599.996.945,04, Senin (21 Desember 2020) yang lalu

Yang di kerjakan oleh PT. Alam Kapuas Persada, yang beralamatkan Jalan Purnama Gg. Purnama Griya 1 No 88 B – Pontianak (Kota) – Kalimantan Barat dengan Nilai Rp 2.417.282.670,30.  (dua Milyar empat ratus tujuh belas juta dua ratus delapan puluh dua ribu enam ratus tujuh puluh koma tigapuluh Rupiah).

Saat itu Pekerjaan belum satu bulan sudah rusak, bahwa PT Alam Kapuas Persada dinilai kurang profesional dalam melaksanakan pekerjaan tersebut, parit tertutup dari sisa bahan, padahal parit sebagai saluran air.

Belum berapa lama yang lalu pihak PT Alam Kapuas Persada telah memperbaiki, aspal yang ambles di kupas lalu di cor dengan semen dan parit juga di benahi namun ke esokan harinya karena hujan deras tebing longsor dan pembenahan dihentikan.

“Menunggu musim hujan habis, menurut salah satu karyawan PT Alam Kapuas Persada, Dhian melalu sambungan telepon Whatsapp. Sabtu (13/2/2021)

Menurut warga setempat Gusti mengatakan, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang sudah perhatian terhadap warga Suti Semarang di Kabupaten Bengkayang, jalan sudah lumayan bagus, tapi hasus ada pembenahan masih kurang rapi.

Salah satu pemerhati pembangunan di Kabupaten Bengkayang Dominikus mengatakan, memang jalan tampak mulus, tapi kwalitasnya belum tahu, masa dalam pemeliharan jalan yang ambles di benahi dengan cor semen, apa itu tidak menyalahi aturan karena kalau dilihat jalan itu menggunakan Hotmix bukan cor.

“Dimohon kepada Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat untuk menegor PT Alam Kapuas Persada dalam pemeliharaan pengerjaannya harus disesuaikan dengan bestek yang tertuang dalam kontrak. Kalau menggunakan cor semen itu sama juga ngelabuhi masyarakat yang penting jalan baik tapi dalam aturan Perpres No 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa jelas itu menyalahi aturan, harap pembenahan itu di bongkar di ganti dengan Hotmix,”ucap Dominikus.

Kalau hal itu tidak dilakukan artinya oknom PUPR Provinsi Kalimantan Barat dengan Kontraktor bisa dibilang ada main.

“Dan untuk saluran yang terkena bahan longsoran segera di benahi, karena apa bila tidak di benahi sama juga percuma kalau ada air hujan menggenangi yang akhirnya merusak jalan tersebut,”pungkas Dominikus. (injil)