oleh

PPKM Mikro di Magetan, Jam Malam Sampai Jam 21.00 WIB Hingga Tingkat Desa

Bupati Magetan Suprawoto bersama Forkopimda Magetan saat rakor pelaksanaan PPKM berbasis mikro.

Beritatrends, Magetan – Dalam instruksinya Bupati Magetan Suprawoto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bakal mendukung langkah Pemerintah menerapkan PPKM berbasis mikro dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19 yang masih terus meluas, di berbagai daerah di tanah air.

“Sesuai instruksi dari Menteri dalam Negeri, dan Pemprov Jatim, Pemkab Magetan bakal melakukan menindaklanjuti perihal ketentuan PPKM Mikro yang akan diberlakukan di Magetan. Pemberlakuan PPKM Mikro bakal dilakukan sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT) dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19,” ungkapnya, Rabu (10/2).

Pertimbangan zonasi pembatasan wilayah seperti zona hijau dengan kriteria tidak ada kasus Covid-19 di satu RT, skenario pengendalian akan dilakukan dengan cara surveilans aktif, seluruh suspek dilalukan tes dengan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala.

Zona kuning dengan kriteria terdapat 1 sampai dengan 5 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah dengan cara menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

Sedangkan zona orange dengan kriteria jika terdapat 6 sampai dengan 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, dilakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum Iainnya kecuali sektor esensial.

Dan untuk zona merah dengan kriterianya jika terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka scenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM tingkat RT.

PPKM tingkat RT tersebut dengan cara menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri atau terpusat dengan pengawasan ketat, menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

Serta melarang kerumunan lebih dari 3 orang, membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga Pukul 20.00 WIB, dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumuman dan berpotensi menimbulkan penularan.

Dalam instruksi Bupati Magetan No 1 Tahun 2021 Tentang PPKM Berbasis Mikro, juga meliputi pembentukan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Desa dan Kelurahan.

“Posko tingkat Desa dan Kelurahan akan menjadi lokasi atau tempat penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan yang memiliki empat fungsi, yaitu : pencegahan; penanganan, pembinaan; dan pendukung pelaksanaan penanganan Covid-19,” jelas Bupati Magetan.

Terkait dengan pembatasan lingkungan tempat kerja dan perkantoran akan dilakukan dengan penerapan Work From Home (WFH) sebesar 50% dan Work from Office (WPD) sebesar 50% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Untuk sekolah, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online.

Selanjutnya pembatasan jam operasional Tempat Hiburan Malam (THM), restoran, cafe, dan rumah makan makan di Magetan diperbolehkan buka sampai pukul 21.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Sedangkan untuk kunjungan alun-alun Magetan sampai Pukul 21.00 WIB.

Terkait intruksi Bupati Magetan tentang PPKM berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan ini, berlaku 9-22 Februari 2021. (Ww/Efa)

News Feed