oleh

Bupati Ipong Resmikan Gedung Baru Pasar Legi Ponorogo

Pasar Legi Ponorogo diresmikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Selasa (9/2/2021)

Beritatrends, Ponorogo – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni meresmikan Gedung Baru Pasar Legi Ponorogo, Selasa (9/2/2021). pembangunan gedung pasar yang 100% telah rampung, siap untuk dioperasikan oleh pedagang.

Pasar Legi atau pasar Songolangit merupakan jantung perekonomian masyarakat ponorogo, dan saat ini telah berdiri kokoh dan megah.

Pasar yang dibangun dengan dana APBN sebesar Rp.133 milliar itu, diperkirakan mampu menampung 3 ribu pedagang.

Bupati Ipong di sela peresmian pasar tersebut menyampaikan, bahwa kehadiran Gedung Baru Pasar Legi merupakan bagian dari pelaksanakan program pemulihan ekonomi nasional di tengah Pandemi Covid-19.

“Saya minta kepada para pedagang untuk merawat dan menjaga kebersihan pasar sebaik mungkin agar tidak kumuh, jika Pasar Legi bersih, akan memberikan kenyamanan baik kepada pedagang maupun pembeli,” ujarnya, Selasa (9/2).

Dijelaskanya, karena diterapkan zonasi dalam pasar ini maka akan ada pembedaan dagangan di pada setiap lantainya nanti.

“Lantai dasar akan digunakan untuk barang basah mulai dari sayur mayur, hasil pertanian, ikan, hingga daging,” jelas Ipong.

Sementara pada lantai dua akan ditempati pedagang merancang lalu lantai tiga untuk pedagang sembako dan lantai empat untuk kuliner, dan pedagang tekstil.

Ditempat yang sama, Iwan Suprijanto, Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR menjelaskan, walau telah diresmikan, para pedagang belum bisa langsung mengisi ruko dan stand pada Pasar Legi tersebut.

“Karena saat ini gedung Pasar Legi masih dibawah kendali kontraktor dalam hal ini PT Adhi Persada Gedung (APG). akan ada proses serah terima dari kontraktor kepada kami, mungkin pekan depan. Setelah itu langsung serah kelola (ke Pemkab Ponorogo),” ungkap Iwan.

Kontrak dengan PT APG sendiri sebenarnya baru berakhir pada akhir bulan Februari. karena pasar dapat atensi percepatan untuk upaya pemulihan ekonomi nasional sehingga ada proses PHO (Serah Terima Sementara Pekerjaan).

Iwan menambahkan, untuk mencegah kembalinya terjadi kebakaran, Pasar Legi telah dilengkapi dengan hydrant dan sprinkle air di tiap titik bangunannya.

Dengan sistem zonasi dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk memitigasi kejadian kebakaran.

“Misalnya kalau yg zona (dagangan) basah, tingkat risiko kebakarannya rendah maka sistem proteksinya juga dibedakan,” jelas Iwan.

Iwan juga menegaskan tentang penerapan sistem green building yang ada pasar di Gedung baru Pasar Legi. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari tang masuk ke gedung pasar sehingga jika lampu dimatikan pun kondisi pasar tetap terang.

“Kita juga tidak menggunakan sistem pengkondisian udara khusus, kita menggunakan sirkulasi yg ada. Beberapa titik kita buka, cross ventilasi kita atur,” terang Iwan. (Gal)

News Feed