oleh

Magetan Kembali Masuk Zona Orange

 

Rakor evaluasi dan koordinasi PPKM di Jawa Timur dilaksanakan secara Daring.

Beritatrends, Magetan – Bupati Magetan Suprawoto bersama mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) se-Jawa Timur, Kamis tanggal (4/2/2021) di ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Magetan, Jl. Basuki Rahmad Selatan, Magetan.

Rakor dilaksanakan secara daring bersama Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Sedangkan Bupati Suprawoto sendiri di dampingi oleh Dandan 0805/Magetan, polres Magetan dan OPD terkait.

Data kasus Covid-19 di Jawa Timur saat ini tercatat kumulatif sebanyak 115.650 orang konfirmasi positif Covid-19, dengan rincian 6.945 dalam perawatan, 100.789 konfirmasi sembuh dan8.016 konfirmasi telah meninggal dunia.

Dra. Khofifah Indar Parawansa, Gubenur Jawa Timur menyampaikan walaupun tren kasus Covid-19 di Jawa Timur telah mengalami penurunan. Ia berharap setiap daerah tetap terus membangun komitmennya dalam penanganan Covid-19, salah satunya dengan mengaktifkan kembali dan menambah jumlah kampung tangguh semeru sebagai alternatif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Adanya sinergitas dari seluruh instansi dan elemen masyarakat sangat penting, tetap semangat dan tetap sehat,” himbaunya.

Sejak diberlakukanya PPKM di Wilayah Jawa Timur, rate pertumbugan Covid-19 sebesar 20% sekarang sudah menurun menjadi 18%.

Sementara, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, Kabupaten Magetan telah berubah peta yang dahulu warna merah resiko penyebaran Covid-19, sekarang sudah berubah zona Orange.

“PPKM yang telah dilaksanakan selama ini menunjukkan perubahan tren penurunan penyebaran Covid-19 dan menurunnya kematian di Jawa timur,” ungkap Suprawoto, Kamis (4/2).

Menurut Suprawoto, menurunnya kasus resiko Covid-19 di Kabupaten Magetan merupakan upaya Magetan dengan cara meningkatkan penangganan Covdi-19 dan melakukan beberapa langkah.

“Yang dilakukan, meningkatkan sarana swab, pemantauan penegakan disiplin, memperkuat penjagaan di daerah perbatasan, , peningkatan kapasitas rumah sakit setempat,” terangnya.

Walaupun gencar dalam penanganan, Suprawoto tidak ingin hal tersebut terlalu berdampak pada sektor ekonomi di Magetan.

“Monitoring aktivitas yang ada di pesantren juga dilakukan, pemantau kegiatan yang ada di pasar tanpa mematikan aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Sebagai informasi, kasus sebaran Covid-19 di Kabupaten Magetan per 4 Februari 2021, tercatat sebanyak 1.964, dengan rincian konfirmasi sembuh 1.588, suspect 238, konfirmasi meninggal dunia 138 orang. (Efa/WW)

News Feed