oleh

Pelaku Usaha Mikro : Jangan Persulit Penyaluran Dana KUR

Beritatrends, Gunungsitoli – Nurmhani Harefa ketika di temui awak media Beritatrends di warung kelontongnya Jalan Anggrek no. 35 Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli menceritakan bahwa tadi ada petugas dari BRI Unit Diponogoro terkait pinjaman dana KUR, Kamis (4/2/2021)

Lanjut Nurmhani mengatakan, tadi mantri lapangan dari BRI Unit Diponegoro datang meminta Agunan tambahan berupa BPKB Sepeda Motor untuk usulan pinjaman dana KUR Super mikro.

“Agunan yang diminta, baik BPKB kendaraan maupun sertifikat tanah,”ucap Nurmhani.

Nurmhani menambahkan, bangunan saya tidak punya, saya kecewa karena Presiden kita Bapak Jokowi berkata akan membantu masyarakat pelaku usaha mikro yang terdampak covid-19. “Dengan meluncurkan program KUR super mikro tanpa agunan tambahan,”ucapnya.

Sementara itu, Riani Hulu alias Ina Roy zendrato pelaku usaha mikro bidang usaha home industri penjahit busana wanita, menyatakan saya setelah menerima pinjaman Kur Super mikro dari BRI unit Sudirman dan petugas mantri lapangan meminta agunan tambahan yaitu menyerahkan BPKB mobil Pick Up L 300 dengan pinjaman sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

Kemudian Yanuari Telaumbanua alias Ama Mono yang berada di Desa Mazingo Tanose’o Hiliduho menyatakan sejak bulan Juni 2020 memulai usaha service Sepeda Motor hingga sekarang merupakan pelaku usaha pemula atau pelaku usaha mikro, sebelumnya saya itu adalah supir mobil truk pengangkut bahan material bangunan, akibat dampak Covid -19, saya di PHK oleh majikan, saya ingin usulkan pinjaman super mikro itu sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan apa bila di cairkan, maka siap untuk melunasinya kembali.

Menurut Pengurus Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) Kepulauan Nias mengatakan sesuai peraturan menteri koordinator bidang perekonomian RI no. 15/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR, pasal 14 :

Ayat (1) Agunan KUR terdiri atas :

  • a. Agunan pokok dan
  • b. Agunan Tambahan

Ayat (2) agunan pokok adalah merupakan usaha atau objek yang dibiayai oleh KUR,

Ayat (3), Agunan tambahan :

  • a. KUR mikro dan KUR penempatan tenaga kerja Indonesia tidak di wajibkan dan tanpa perikatan
  • b. KUR kecil dan KUR khusus sesuai dengan kebijakan atau penilaian penyalur KUR.

Ayat (4) Agunan tambahan bagi KUR super mikro tidak dipersyaratkan.

Maka kami menyimpulkan pihak penyalur KUR mikro dan KUR super mikro seperti BRI cabang Gunungsitoli dan bank lainnya atau pun pihak non perbankan.

“Jangan persulit pelaku usaha mikro untuk penyaluran pinjaman KUR dan berharap pihak penyalur KUR jangan menyalahgunakan wewenang,”pungkasnya. (FH)

News Feed