oleh

Tangkap dan Adili Pemilik UD Wiramas Karya

Beritatrends, Gunungsitoli – Idarmawati Telaumbanua ketika ditemui pada hari Selasa tanggal 02 Februari 2020 di tempat kediamannya jln. Nias Tengah km. 7 Desa Faekhu Kec. Gunungsitoli mengatakan penetapan tersangka dan penahanan kurungan badan kepada suaminya Berkat Aprianus Harefa alias A. Septin Harefa banyak kejanggalan, bahwa Berkat Aprianus Harefa pada hari Kamis tanggal 17 September 2020 pukul 19.30 Wib di depan teras rumah pemilik UD. Wiramas Karya jln. Sudirman no. 116 Kelurahan Pasar Kec. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli telah bertemu dengan pemilik UD. Wiramas karya yaitu Suryamin Wijaya alias Amin bermaksud minta ijin meminjam uang sebesar Rp 4.333.500 (empat juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu lima ratus rupiah) dari hasil tagihan saat itu dan kemudian meminta bonus atau reward hasil penjualan yang telah ditahan oleh Suryamin Wijaya sebesar Rp 8.000.000, (delapan juta rupiah) berarti oleh karena suami saya telah melaksanakan kewajibannya untuk bekerja, maka uang sebagai haknya wajar dia ambil untuk menutupi kebutuhan sehari – hari dan bukan penggelapan atau pasal 372 KUHPidana sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak UD. Wiramas Karya.

Lanjut ia katakan menanggapi keterangan atau kesaksian Suryamin Wijaya atas laporan polisi (LP) kepada penyidik polres Nias yg menyatakan waktu kejadian pada hari Jumat tanggal 18 September 2020 pukul 09.00 Wib merupakan keterangan dan kesaksian Palsu.

Kemudian setiap hari Kamis adalah jadwal order barang keluar kota khusus arah Kabupaten Nias Barat dengan mengendarai sepeda motor dinas karyawan milik UD. Wiramas karya dan pada saat itu telah dikembalikan kendaraan dinas beserta bon faktur kepada Suryamin Wijaya.

Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (DPC SBSI 1992) Kota Gunungsitoli menanggapi permasalahan tersebut dan mengatakan bahwa pihak owner UD. Wiramas Karya telah melakukan pemalsuan data yaitu pemberitahuan upah pekerja di BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 2.383.000,- (dua juta tiga ratus delapan puluh tiga ribu rupiah) sedangkan yang dibayarkan kepada karyawan tiap Minggu sebesar Rp 550.000,- atau Rp 2.200.000,- per. bulan dan ketentuan upah minimum Kota Gunungsitoli tahun 2020 sebesar Rp 2.603.245,95 (dua juta enam ratus tiga ribu dua ratus empat puluh lima rupiah koma sembilan lima) perbulan.

Selanjutnya pihak owner UD. Wiramas Karya melaporkan jumlah karyawan di BPJS Ketenagakerjaan 7 orang ditambah 2 orang pemilik usaha, sedangkan jumlah karyawan lebih dari puluhan buruh/karyawan, kemudian hak upah atau gaji buruh selalu dipotong atau di bayar dibawah ketentuan UMK yang telah di tetapkan dan hampir seluruh hak – hak normatip buruh yang merupakan unsur tindak pidanan Kejahatan Ketenagakerjaan di abaikan dan hal ini telah di laporkan kepada pihak Penyidik polisi resort Nias dan kepada pengawas serta penyidik PNS ketenagakerjaan yang berada di provinsi Sumatera Utara masih belum ada tindakan.

Kesimpulan pengurus DPC SBSi 1992 Kota Gunungsitoli, bahwa Pemilik UD. Wiramas Karya Layak untuk di tangkap dan diadili tuturnya. (FH)

News Feed