oleh

Warga Desa Karangdiyeng Menolak Adanya TPA Edukasi ,Yang Baru Diresmikan

Warga desa karangdiyeng dalam aksi demo menolak bangunan TPA di wilayah mereka(ft:Susilo/beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto – Ratusan warga Dusun Jaringansari, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, menggelar aksi penolakan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Dusun setempat.

Demo warga yang didominasi kaum ibu-ibu,Sabtu(23/1/2020)mereka memblokade kendaraan pengangkut sampah untuk tidak bisa masuk akses TPA dengan tetap prokes,pakai masker dan jaga jarak.

Aksi pendemo yang memang di dominasi mak-mak, yel-yel menolak sambil membentangkan beberapa spanduk.

Salah satu warga bernama Muklason, saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, dirinya bersama masyarakat yang lainya menolak adanya TPA di wilayahnya,mereka menolak karena dampak polusi yang ditimbulkan nantinya seperti bau,yang bisa menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat.

“Warga menolak karena pada awal pembangunan, tidak ada pemberitahuan, sosialisasi maupun musyawarah. Warga tidak pernah dilibatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Muklason menegaskan,Menurutnya dampak dari pembuangan sampah di TPA tersebut membuat resah masyarakat khususnya khususnya warga dusun Jaringansari yang diakibatkan bau yang tak sedap.

“Lalat-lalat sudah keluar dari TPA Karangdieng. Jarak dengan lokasi TPA Karangdieng berjarak sekitar 300 sampai 500 meter sehingga bau yang ditimbulkan dari sampah sampai ke permukiman warga,”tegasnya.

Maka warga sepakat untuk menolak adanya aktifitas truck pengangkut sampah keluar masuk di lokasi pembuangan sampah di TPA tersebut.

“Karena ini sudah terlanjur, ya kita tolak, yang penting sampah itu tidak boleh masuk,” tuturnya.

Aksi demo warga tolak TPA, mendapat pengawalan ketat oleh pihak kepolisian maupun TNI

Karena warga menolak dan blokade jalan masuk ke TPA, akhirnya beberapa truck pengangkut sampah yang tiba dilokasi terpaksa berputar balik meninggalkan lokasi.

“Kalau masih masuk, Tetap kami hadang, tidak ada yang memprofokasi, semua warga sepakat menolak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto. Didik Khusnul Yakin, mengatakan, jika pembangunan TPA di Desa Karangdiyeng merupakan kebijakan pemerintah Kabupaten Mojokerto.

“Yang jelas Kita mendirikan TPA bukan untuk kepentingan DLH tetapi ini,kepentingan masyarakat Kabupaten Mojokerto semuanya,”terangnya.

Terkait tudingan bau yang menyengat yang ditimbulkan dari TPA Karangdiyeng tersebut,Kadis Lingkungan Hidup menampiknya. Menurut Didik, dilokasi pembangunan TPA telah memperhatikan faktor kebersihan lingkungan.

“Nah sebenarnya di satu sisi, keberadaannya tidak kumuh tetapi ini TPA edukasi. Sebenarnya, masyarakat itu kita ingin berdayakan dengan TPA ini,” tegas Didik.

Menurut Didik,berharap kedepannya mereka bisa bekerja dan dapat menghasilkan sumber rupiah di lokasi TPA tersebut.

“Disini nanti bisa memilah-milah sampai itu kan bisa menjadi sumber pendapatan ekonomi,”jelasnya.

Masih menurut Didik, yang kini menjabat Sekda Kabupaten Mojokerto tersebut, pihaknya akan bertanggung jawab ketika ada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat pengelolahan sampah tersebut.

“Insya Allah kita sangat bertanggung jawab karena kita ada Puskesmas, ada Pustu yang siap memeriksa kesehatan secara berkala,”pungkasnya.

Kalau misalnya takut tercemar, pengelola sampah Didik mejelaskan sampah tersebut tidak tembus ke tanah karena dilapisi geomembrane.(sus)

News Feed