oleh

Mahasiswa UMPO Lakukan KKN Mandiri di Desa Tunggur

 

salah satu kegiatan KKN Mandiri di Desa Tunggur.

Beritatrends, Magetan – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada tahun 2020-2021 ini terasa spesial, karena berlangsung dimasa pandemi Covid-19, KKN dilakukan dengan cara KKN Mandiri.

KKN yang seharusnya dilakukan sejak Februari 2020 juga terpaksa mundur 10 bulan, dan baru terlaksana pada 19 Desember 2020 hingga 17 Januari 2021.

“KKN wajib terlaksana namun Kondisi Pandemi Covid-19 ini yang mengharuskan kita semua tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, sehingga dalam hasil kesepakatan KKN dilaksanakan secara mandiri yaitu KKN di Desa sendiri,” kata Dr.Happy Susanto, MA, Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, saat Pembukaan KKN 2020 Universitas Muhammadiyah Ponorogo, melalui Daring.

Sebaran Covid-19 yang masih menunjukkan angka tinggi penularannya dan KKN yang harus tetap dilaksanakan untuk menunjukkan kreatifitas mahasiswa sebagai sumbangsih kepada bangsa melalui kemampuannya, pelaporan KKN Mandiri ini dilaksanakan melalui sistem daring yang dibimbing langsung oleh 19 dosen pembimbing lapangan (DPL) UMPO.

KKN Mandiri diikuti sekitar 746 mahasiswa yang tersebar di 15 beberapa Kabupaten Provinsi seluruh Indonesia. Namun sayangnya juga terdapat 10 mahasiswa Umpo yang berhalangan untuk mengikuti KKN ini.

KKN sendiri merupakan bentuk pengamalan ilmu yang di dapat atau dipelajari mahasiswa di kampusnya, kemudian diimplementasikan kepada masyarakat umum.

“Karena pendidikan yang sebenarnya adalah apa yang ada di masyarakat, supaya mahasiswa bisa belajar juga dari kehidupan yang sesungguhnya secara kompleks dengan cara komunikasi dan skill mereka. Live is to be Something For Another, yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” jelas Dr.Happy Susanto, yang juga selaku penanggung jawab kegiatan KKN Mandiri UMPO tahun 2020-2021.

Salah satu mahasiswa UMPO, Siti Nur Aslifah yang melaksanakan kegiatan KKN Mandirinya di Desanya sendiri yaitu di Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan. Pihaknya mengambil tema dalam program kegiatannya,“Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Era New Normal”. Karena menurutnya untuk menuju era New Normal yang dibutuhkan saat ini, diperlukan perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan mengucap bismillah semoga program kerja saya ini bisa terlaksana sesuai rencana dan diberikan kemudahan oleh Alloh Subhanahu wata’ala. Aamin,” kata Aslifah.

Dijelaskanya, sasaran kegiatan KKN yang ia lakukan adalah bidang pendidikan dan layanan Kesehatan, salah satunya dengan memberikan sosialisasi di Posyandu Anggrek 1 dan Anggrek 3 di Desa Tunggur tentang Covid-19 dan bagaimana pencegahannya.

Selain itu pihaknya juga membagikan masker untuk pembiasaan hidup memakai masker, dengan bersih dan sehat di era new normal guna pencegahan perluasan penyebaran virus corona, dan juga pemberian sabun dan hand sanitizer.

Dan sasaran bidang pendidikan, dengan mengajak anak untuk tetap menjaga makanan dan gizi seimbang, melalui kegiatan membuat salad buah agar anak senang makan buah, dan Kewirausahaan AUD yang mengajarkan anak-anak tentang kemandirian, kejujuran tanggung jawab dan mengajarkan anak untuk tutorial cuci tangan yang baik dan benar.

Aslifah yang merupakan PRODI PG PAUD Semester 7 ini, juga mengajak masyarakat untuk terbiasa melakukan olahraga guna menjaga kesehatan secara jasmani agar badan tetap fit dan bugar, sebagaimana semboyan bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

“Kegiatan senam juga dilakukan bersama anak PAUD dan kemudian bersama ibu-ibu pra lansia. Sasaran kegiatan ini meliputi Senam dengan Jargon “Sehat Bugar”. Senam ini saya pandu sendiri dengan instuktur saya sendiri dengan beberapa gerakan sederhana yang mudah diikuti oleh kalangan mulai dari Usia dini, remaja dan Pra Lansia. Kegiatan senam ini sangat di dukung oleh Kepala Desa, perangkat, Bidan desa dan Mantri desa, mereka sangat mengapresiasi kegiatan saya dalam upaya edukasi atas dasar tanggap Covid-19. Bahkan meminta kegiatan senam ini berkelanjutan,” ujar Aslifah.

Aslifah juga ikut berbaur bersama masyarakat dengan mengikuti kegiatan penjaan perbatasan antara kota Magetan dan Ponorogo di Pos Pantau, bersama Lintas Sektor ( Satgas Covid-19, Polsek, Koramil, Satpol PP, Puskesmas, Dishub) yang kebetulan Desa Tunggur merupakan perbatasan antara Kabupaten Magetan – Kabupaten Ponorogo.

“Dengan cara melakukan pendekatan kepada pengendara motor maupun mobil, dilakukan cek suhu, dan dihimbau memakai masker. meminta pengendara yang hendak bertujuan pariwisata atau yang tidak terlalu penting untuk putar balik,” Jelas Aslifah.

Selain itu pada pos pantau perbatasan, para petugas juga membagikan masker kepada pengendara yang masih tidak tertib dengan protokol kesehatan.

“Demikian beberapa kegiatan saya selama KKN Mandiri di Desa Tunggur, semoga kegiatan KKN Mandiri ini dapat bermanfaat bagi mahasiswi pada khususnya saya dan masyarakat pada umumnya,” tutup Aslifah.

(Siti Nur Aslifah dari PRODI PG PAUD Semester 7 Universitas Muhammadiyah Ponorogo)

News Feed