oleh

Dinas Sosial Kabupaten Magetan Minta Desa Perbaiki DTKS

 

Dinsos Kabupaten Magetan, mengelar rapat Koordinasi, Evaluasi dan Persiapan Pelaksanaan Program Sembako di Aula Kecamatan Maospati, Senin (11/1/2021).

Beritatrends, Magetan – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan meminta kepada pemerintah Desa/Kelurahan di daerah itu untuk memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk masyarakat terdampak Covid-19.

“Mari bersama-sama jika ditemukan warga yang kurang mampu dan belum masuk DTKS, mohon untuk mendapatkan perhatian dan mengusulkan ke Kelurahan atau ke Desa.” ajak Yayuk Sri Rahayu, Kepala Dinsos Kabupaten Magetan, usai mengikuti rapat Koordinasi, Evaluasi dan Persiapan Pelaksanaan Program Sembako di Aula Kecamatan Maospati, Senin (11/1/2021).

Rapat ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi bidang kesejahteraan yang diselenggarakan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Maospati pada tanggal 30 Desember 2020 lalu.

Ia mengatakan dengan adanya pandemi Covid-19, tentunya sangat kelihatan warga yang tidak mampu masih tidak menerima bantuan, dan yang mampu masih juga menerima bantuan, tentu saja ini menjadi evaluasi dengan adanya pandemi ini mendapat perhatian dari Desa/Kelurahan sehingga ada perbaikan data di DTKS yang sudah di tetapkan Oktober 2020, jadi kalau januari kemarin ada 67.775 Ruta (rumah tangga).

“Dan untuk penetapan Oktober nanti sejumlah 73.459, Magetan menjadi urutan ke 7 se Jawa Timur untuk perubahan DTKS ini, tentu saja kalau tidak mengadakan pemutakhiran tidak mungkin kita menjadi urutan seperti itu,” jelas Kepala Dinsos Magetan.

Terkait prioritas Menteri Sosial pada Tahun 2021 guna untuk pemutakhiran data atau BLT yang dulu disampaikan bahwa akan dihapus, Yayuk menanggapi, “Kalau seperti yang disampaikan Ibu Risma, akan memperbaiki di DTKS karena di DTKS itu adalah faktor yang terpenting kevalidan data dalam rangka untuk ketepatan sasaran dari penerima bantuan.” Lanjutnya.

“Kami akan menyampaikan informasi pentingnya DTKS ini kepada Camat agar diteruskan kepada Desa atau Kelurahan karena yang bisa memasukan data di DTKS adalah dari Desa atau Kelurahan melalui Operator Desa,” pungkas Yayuk. (Efa/WW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed