oleh

Bedah Buku “Banjir Darah”

Nara Sumber saat menjelas isi cerita buku 

Beritatrends, Magetan – Acara  Bedah Buku “Banjir Darah” sebagai Nara sumber Ust. Thowaf Zhuharon. M.Pd dan Kapten Inf Waluyo Utomo Danramil 0804/04

Ust. Thowaf Zhuharon.M.Pd, mengatakan, kekejaman PKI di Tahun 1948 dan 1965, Bahwa Bedah buku ini isinya termuat hasil wawancara penulis dengan 30 saksi – saksi dari korban , kerabat, keluarga korban keganasan PKI yang mana sebagai pembuka referensi dan perjalanan kelam bangsa Indonesia untuk menyadarkan bahayanya PKI bagi masa depan NKRI khususnya wilayah Kab. Magetan.

“Buku ini untuk membantu dan menjaga agar undang – undang dapat kita jalankan dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari – hari,”ucap Thowaf.

Lanjutnya, buku ini boleh dibaca agar generasi muda mengetahui sejarah tapi untuk kekejaman dan pembantain yang dilakukan oleh Komunis tidak boleh di tiru.

Buku ini sebagai pendongkrak rasa kebangsaan, dan cinta tanah air bagi generasi muda serta mengetahui sejarah kelam bangsa Indonesia atas kekejaman Komunis di tahun 1948 dan tahun 1965.

“Dengan membaca buku ini masyarakat sadar akan bahaya laten Komunisme serta timbul rasa kebangsaan sehingga terbentuk generasi muda dan bangsa yang kuat, kukuh bersatu, sejahtera, menjaga sejarah kebangsaan Indonesia dan kecintaan akan NKRI,”jelasnya.

Tanggapan Kapten Inf Waluyo Utomo Danramil 0804/04 mengatakan, sangat mengapresiasi  Gerakan Rakyat Anti Komunis, karena GERAK adalah Front terdepan dalam membela NKRI dan memberantas PKI, kita selaku masyarakat harus tergugah hati kita, rasa persatuan kita dalam memberantas PKI dan menjaga keutuhan NKRI

“Bupati Magetan dan Gubernur Suryo yang di culik oleh PKI, bahwa dengan cerita sejarah yang disampaikan tadi masyarakat tergugah hatinya untuk menjaga keutuhan NKRI dan waspada terhadap bahaya laten Komunis, yang mana saat ini sudah ada tanda – tanda akan kebangkitan PKI,”pungkas Waluyo.(Hari Setyo Budi)

 

News Feed