oleh

Warga Luar Kota Dilarang Masuk Kota Mojokerto, Jelang Pergantian Tahun Dan Malam Tahun Baru

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi saat Pimpin konferensi Pers Anev akhir tahun 2020 (ft:susilo/ beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto – Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi menggelar konferensi pers Annev Kamtibmas Akhir Tahun 2020 bertempat di halaman Mapolresta Mojokerto

Dalam jumpa pres yang dilaksanakan, Selasa (29/12/2020) Siang, Kapolres menyampaikan semua akses masuk ke Kota Mojokerto pada malam tahun baru akan ditutup.Hanya warga ber- KTP kota mojokerto yang boleh masuk atau keluar.

“Kami akan melakukan penutupan akses masuk ke Kota Mojokerto mulai pada hari Kamis 31 Desember 2020 pukul 19.00 – 24.00 WIB. Hal tersebut dilakukan untuk menjaring masyarakat yang berpergian khususnya mendatangi atau melintas di Kota Mojokerto, sehingga kita mengkhususkan warga Kota Mojokerto yang diperbolehkan masuk,” tegas Deddy.

Kapolresta lebih lanjut mengatakan, di setiap titik nantinya ada penyekatan, akan ada banner bertuliskan ada penutupan jalan atau penyekatan, kecuali warga Kota Mojokerto barulah diperbolehkan melintas, sedangkan warga luar termasuk masyarakat Kabupaten Mojokerto tidak boleh.

“Selanjutnya dilarang penjualan minuman keras (miras), kembang api, petasan maupun terompet. Sudah diberitahukan kepa para penjual yang biasanya berjualan di titik-titik tersebut. Ketika didapati masyarakat yang berjualan, maka akan dilakukan proses dan penindakan oleh satuan tugas dan selanjutnya akan dilakuakn proses oleh Satpol PP,” terang AKBP Deddy.

Lebih lanjutDeddy menjelaskan bahwa tempat-tempat yang menjadi pemusatan berkumpulnya masyarakat seperti Alun-alun, Benteng Pancasila, dan lainnya akan dilakukan penutupan total.

“Artinya tidak diperbolehkan satu warga pun masuk ke tempat tersebut,”katanya.

Kapolresta Mojokerto mengimbau untuk pemilik kafe, tempat wisata untuk tidak membuka aktivitas kegiatannya pada tanggal 31 Desember hingga 1 Januari. Selain itu juga kami pun akan menindak penggunanaan knalpot brong, karena itu melanggar peraturan perundang-undangan dan juga tidak sesuai standart SNI.(red/sus)

News Feed