oleh

BELA NEGARA DI MASA PANDEMI COVID-19

Beritatrends, Artikel – Sejak bulan Maret 2020 sampai dengan sekarang ini, Indonesia dilanda pandemi virus Covid-19 (Coronavirus Disease). Bahkan tidak hanyak di Indonesia saja tetapi di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan dampak buruk terhadap setiap negara bahkan masyarakatnya juga, terutama dari aspek ekonomi, pendidikan, sosial, sampai dengan aktivitas keagamaan.

Di masa pandemi ini masyarakat dihimbau agar bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, Pemerintah juga memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah yang sudah menjadi zona merah pandemi Covid-19, seperti contohnya saja DKI Jakarta, Surabaya, Solo dan beberapa daerah lainnya. Kemudian disusul dengan kebijakan baru yaitu pelarangan mudik untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Semua pihak yang terkait bergerak untuk melawan pandemi Covid-19 sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya maisng – masing. Dalam konteks bela negara hal ini merupakan perwujudan bela negara. Mengapa bisa begitu? agar negara ini tetap kuat dan segera terbebas dari pandemi yang telah memakan banyak korban.

Di dalam pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwasannya “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.” Selanjutnya di dalam pasal 30 ayat (1) menyatakan bahwasannya “Tiap – tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

Dalam kasus pandemi sekarang ini Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya membuat berbagai kebijakan atau program untuk menangani pandemi Covid-19, menyediakan Alat Pengaman Diri (APD) untuk tenaga kesehatan, menyediakan obat – obatan, menyediakan bantuan pangan dan keuangan bagi warga yang terdampak Covid-19.

Perlu diketahui juga bahwasannya para tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19. Selain menangani para pasien, para dokter juga berjuang sampai titik darah penghabisan dan sudah puluhan dokter dan perawat yang gugur di medan pejuangan ketika mereka berusaha melawan Covid-19. Maka dari itu mereka layak dianugerahi gelar pahlawan kemanusiaan, karena mereka telah mengorbankan jiwa dan raga mereka untuk membantu sesama manusia.

Selain itu, para anggota TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP bertugas menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar pandemi Covid-19 tidak semakin menyebar dan mengantisipasi terjadi tindakan kriminal. Memang tidak dapat dipungkiri, saat ini banyak masyarakat yang kesulitan perekonomian karena dirumahkan, di-PHK, dan napi yang baru dikeluarkan Lembaga Pemasyarakatan yang berpotensi kembali berulah.

Disisi lain, para lurah, ketua RW, dan ketua RT adalah pihak yang langsung berhadapan dengan warga. Selain peran mereka yang sangat penting, mereka pun kadang suka menjadi sasaran ketidakpuasan, kemarahan, atau tudingan warga yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Mereka adalah pejuang sekaligus pahlawan yang menjaga agar tetap bisa tenang, dan suasana di lingkungannya bisa tetap kondusif.

Tidak lupa juga banyak masyarakat yang saling tolong menolong antar satu dengan yang lain serta membela negara dengan melakukan aksi sosial, memberikan bantuan uang, sembako, atau dalam bentuk lainnya untuk meringankan beban masyarakat di masa Covid-19. Para jurnalis membela negara dalam bentuk menyampaikan informasi yang aktual dan faktual kepada masyarakat terkait Covid-19, dan ikut memerangi hoaks terkait hal tersebut.

Selain Kelompok profesi di atas yang saya sebutkan tadi, juga ada kelompok profesi lainnya seperti kalangan pegiat seni, guru, praktisi pendidikan, agamawan, penulis, peneliti, petani, dan sebagainya turut membantu kampanye pencegahan Covid-19. Begitu pun Ormas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diharapkan perannya dalam ikut melawan Covid-19.

Masyarakat secara umum dapat melakukan bela negara dengan menuruti himbauan pemerintah agar diam di rumah. Mungkin baru kali ini, diam di rumah bisa disebut sebagai kontribusi untuk ketahanan bangsa dan negara, karena biasanya kontribusi diidentikkan dengan bergerak, beraktivitas, membuat sebuah kegiatan amal, atau mencapai prestasi tertentu. Intinya, berbuat yang bermanfaat untuk membantu negara.

Pengalaman dan kandungan yang ada di sila-sila Pancasila khususnya berkaitan dengan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, sila ketiga Persatuan Indonesia, dan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diperlukan sebagai bentuk bela negara dan cinta tanah air.

Semoga dengan adanya aksi bela negara dan gotong royong seluruh bangsa Indonesia, dapat mengurangi dampak negatif dari Covid-19, serta segera teratasi dan bangsa Indonesia dapat hidup lagi dengan normal, aman, dan tenteram.

Penulis : Gusti Robbi Vladika – Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

News Feed