oleh

Peran Pesantren Indonesia YP31 Dan Global Wakaf ACT, Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Mojokerto

KH Mahfudz Sobari yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Pendidikan dan Perguruan Agama Islam Riyadlul Jannah Pacet menyerahkan bibit padi siap tanam untuk petani desa Jiu(ft:Susilo/beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto– Global Wakaf ACT bersama Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gema Petani, menggelar Gebyar Tanam Padi di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/12/2020).

Gebyar Tanam Padi ini, merupakan salah satu bagian rangkaian agenda kerjasama Global Wakaf – ACT – YP3I dan Gema Petani di Jawa Timur dalam pengelolaan Wakaf Sawaf Produktif (WSP) seluas 500 Ha.

Gerakan ini bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan umat, melalui peningkatan kesejahteraan petani. Pada tahap awal tersebar di lima Kabupaten di Jawa Timur yaitu Mojokerto, Sidoarjo, Ponorogo, Pasuruan dan Malang.

“Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari sini, Dusun Tumpangsari,” jelas Ahyudin, Presiden Global Islamic Philantropy (GIP) sekaligus Ketua Dewan Pembina Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, melalui WSP akan dibangun kembali kebangaan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa agraris.

“Bangsa kita harus punya kekuatan pangan yang hebat. Karena dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang berdaulat. Kemudian bisa membantu bangsa lain yang kesulitan,” tegas Ahyudin.

Prosesi penanaman padi di lahan pertanian dusun Tumpangsari desa Jiu Kec.Kutorejo Kab.Mojokerto

Insya Allah, ia melanjutkan, beras hasil produksi Wakaf Sawah Produktif ini, selain didistribusikan untuk masyarakat luas, juga akan disalurkan untuk berbagai pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

“Ini merupakan bagian dari komitmen kita mendukung para santri dan ulama sebagai para penjaga agama,” tegasnya.

Sementara itu, pembina YP3I Abuya KH. Mahfudz Syaubari mengatakan para petani adalah pahlawan yang sebenarnya.

“Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, agar rakyat Indonesia ini kembali menjadi tuan di negeri sendiri, maka bangsa ini harus menguasai pertanian.

“Karena itu, berkat inovasi para profesor ahli pertanian, sawah ini insya Allah bisa menghasilkan 16 ton perhektar,” kata Abuya.

Karena melalui berbagai penelitian yang dilakukan ahli pertanian di YP3I, telah dihasilkan varietas unggul, pupuk terbaik, penghalau berbagai hama dan teknologi pertanian yang akan memudahkan para petani.

Wakaf Sawah Produktif ini melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat perbulan. Di luar itu, ada 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat.

Acara Gebyar Tanam Padi ini juga dihadiri KH. Abdul Adzim ketua PCNU Mojokerto sekaligus ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU), Kepala Desa Jiyu, Ali Imron, Muspika Kecamatan Kutorejo yang di wakili TNI Ramil Kutorejo, serta perangkat desa Jiu dan perangkat pemerintahan lainnya.(red/sus)

News Feed