oleh

JPU Kembali Hadirkan Para Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa 2019 Pekon Kutawaringin 

Beritatrends, Bandarlampung – Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pringsewu Kembali Hadirkan Para Saksi Pada Persidangan Tipikor Dana Desa 2019 Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu, bertempat di Pengadilan Tipikor Kelas 1A Bandarlampung, Selasa(22/12/2020).

Para saksi tersebut terdiri dari Penjual Batu Material Pada Pekerjaan Pembangunan Dana Desa 2019 Pekon Kutawaringin, Bendahara Pekon Kutawaringin.

Saat di temui Jaksa Penuntut Umum Pada Kejaksaan Negeri Pringsewu Muhammad Ifan S.H selasa(22/12)mengatakan Pada media ini mengatakan kegiatan hari ini adalah Persidangan Dugaan Korupsi di Pekon Kutawaringin,agenda hari ini masih  saksi dan minggu depan masih agenda  saksi.

Media ini juga menanyakan kembali kepada JPU kemaren kan ada saksi yang mempunyai profesi sebagai wartawan dan juga pengurus dan anggota PWI Kabupaten ?

JPU menjawab “Untuk begron saksi kami tidak mendahului ,tapi di sini kami mendalami Fakta Material dan keterangan yang saksi ketahui yang kami butuhkan adalah Fakta yang dialami dan Rasakannya

Media ini menanyakan kembali ada kemungkinan tersangka lain pada perkara ini ?

JPU menjawab “Untuk saat ini kita baru me P21 kan Sw selaku Sekretaris. terangnya..

Sementara itu dihari yang sama tempat berbeda,
Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pringsewu akhirnya menahan Sekretaris Desa (Sekdes), Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu sebagai tersangka korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) TA 2019 yang mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan juta.

Kasat Reskrim AKP Sahril Paison  SH. MH, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK mengungkapkan, penahanan Sekdes berinisial, SW (37) setelah aparat kepolisian melakukan proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup panjang.

Oknum Sekdes SW diduga terlibat dalam perkara korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih kabupaten Pringsewu TA 2019 bersama dengan kepala Pekon Kutawaringin berinisial BS (57) yang saat ini tengah menjalani masa persidangan.

Modus tersangka SW membantu kepala Pekon dalam membuat  Laporan SPJ dana desa TA 2019 tidak sesuai fakta real.

“Dalam Laporan SPJ tersangka  SW membuat sebagian nota fiktif dan juga memalsukan tanda tangan pemilik toko serta beberapa tanda tangan tukang,” terang Kasat.

Menurut Kasat, tujuan tersangka SW membuat laporan fiktif tersebut agar kepala pekon BS selaku Kuasa Pemegang Anggaran mendapatkan keuntungan.

“akibat perbuatan melawan hukum tersebut kepala pekon BS mendapatkan keuntungan hingga 389,5 juta dan tersangka SW ini mendapatkan bagian sebesar 30 juta, “paparnya.

Sambungnya, tiga alat bukti yang diperoleh dari keterangan saksi, saksi ahli dan hasil laporan audit, menunjukkan bahwa anggaran dana desa TA 2019 pekon Kutawaringin sebesar Rp 893.618.000 telah terjadi tindak pidana korupsi sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara Rp389,5 juta.

“Atas perbuatan mantan Sekdes ini diancam  dengan Pasal 2 atau Pasal 3 Subsider Pasal 9 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pem berantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI. No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 atau Pasal 56 Ke-1 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan denda 1 Milyar lebih. “pungkaanya(cikhan)

News Feed