oleh

JPU Hadirkan 7 Saksi Perkara Kasus Korupsi Dana Desa 2019 Pekon Kutawaringi

Beritatrends, Pringsewu – Jaksa penuntut umum, pada sidang Tipikor Dana Desa 2019 Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu menghadirkan tujuh orang saksi pada Pengadilan Tipikor Bandar Lampung, Senin (7/12/2020) pagi.

Ketujuh orang saksi itu dimintai keterangan pada pengadilan Tipikor bandar Lampung tersebut, terdiri dari satu orang mantan Camat Adiluwih, empat orang perangkat pekon, dan dua orang pegawai Bank Lampung.

Sidang berjalan dengan lancar semua keterangan para saksi di nyatakan benar keterangannya oleh terdakwa Barce Subarnas, namun ada satu keterangan dari salah satu saksi A sebagai bendahara pekon yang di sangkal terdakwa.

Menariknya lagi keterangan dari mantan camat Adiluwih Kabupaten Pringsewu Bahwa ia baru mengetahui kalau pekon kutawaringi ini bermasalah dalam penggunaan Dana Desa maret 2020 dan dalam keterangan lisan tanpa ada keterangan tertulis keterangan STY (mantan Camat Adiluwih bahwa Tim Monitoring dari Kecamatan Adiluih tidak adanya temuan.

Salah Satu Hakim Angota Pada Perkara Tindak PIdana Korupsi Bandar lampung, menanyakan kembali kenapa Pekon yang lainnya ada pelaporan tertulis tetapi pekon kutawaringin tidak ada.

Mantan Camat Adiluwih STY tidak dapat menjawab dan hakim anggota pengadilan tipikor Bandar Lampung menanyakan pendidikan mantan camat Adiluwih yang di nilai tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai camat kala itu.

Sebagai informasi, kasus Perkara Tindak Pidana Korupsi Pekon Kutawaringin, Adiluwih, Pringsewu itu dinilai mengakibatkan kerugian negara Rp389,5 juta.

Perhitungan kerugian negara tersebut berdasarkan Berita Acara Penetapan Kerugian Negara No: 700/394/U.14/2020, tanggal 16 Juli 2020 yang dibuat tim audit Inspektorat Pringsewu.

Sidang perkara tindak pidana korupsi pekon kutawaringi akan di lanjutkan kembali pada hari senin depan 14 Desember 2020 dengan angenda mendengarkan keterangan Para Saksi Lainya. (Cikhan)

News Feed