oleh

Jembatan Tiang Tanjung – Landak Akses Antar Negara Makin Mengerikan

kondisi jembatan tergerus bisa membahayakan pengguna jalan

Beritatrends, Landak –  Melihat kondisi jembatan beton yang menghubungkan kedua sisi jalan umum di Tiang Tanjung menuju Kabupaten Bengkayang, Jagoi Babang berbatas Serikin Malaysia , makin memprihatinkan, pasca banjir melanda Tiang Tanjung satu bulan yang lalu, yang menyebabkan kedua sisi penahan jembatan tergerus semua pondasinya, bahkan tinggal bertahan di sisi ujung yang sudah nampak retak, di perparah lagi jembatan darurat yang materialnya sudah menghalang aliran air, Jumat (04/12/2020).

Hal ini sontak menjadi keprihatinan banyak pihak, masyarakat Tiang Tanjung sebagian besar menyayangkan penanganannya terkesan lambat, dan pembiaran, apa penyebab lambatnya penanganan ini.

Data yang di himpun Media Beritatrends/Trends TV apa penyebab lambatnya penanganannya, ada selentingan yang beredar, bahwa ada pihak tertentu yang terkesan menghambat.

Salah satu pensiunan PNS mengatakan, kita siap mengawal dan membeck-up pekerja apa bila dalam waktu dekat ini segera ditangani, “Jangan sampai Negara kalah oleh ulah premanisme,”ucapnya.

Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Asef Tabroni di hubungi melalui WhatsApp mengatakan, setelah badai banjir sudah ada pertemuan lintas sektoral membicarakan hal terkait penghambat penanganan Jembatan Tiang Tanjung.

“Sudah dibahas, ada pihak PU Provinsi , ada pihak Muspika, bahkan pihak terkait yang selama ini disinyalir menuntut dana pribadinya yang menjadi syarat bahwa dana yang terkait pihutang,”terang Kapolsek Mempawah Hulu Asef Tabroni.

Lanjut IAsef tabroni, saudara Aloisius Ahak, dulu meminjamkan dana kepada pelaksana terdahulu, juga hadir dalam rapat, “Hadirnya kami untuk merinci, saya akan sampaikan ke Kapolres hal itu, karena polemik ini terlalu lama,”terang Asef Tabroni.

Pihak kontraktor yang siap mengerjakan rehab jembatan Tiang Tanjung Pasca banjir, yang namanya tidak mau di sebutkan mengatakan, bagwa pihaknya siap kerja, asalkan di beck-up oleh Masyarakat setempat, Pemerintah Desa setempat, Pemetintah Kabupaten Landak dan Pemerintah Provinsi syukur-syukur dari pihak Kepolisian.

“Ini kan fasilitas umum, sangaat vital, jangan sampai kami digangu terus, selama ini kami setiap mau rekayasa kegiatan selalu jadi sasaran dari pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan kami,”terangnya.

Kok kerjasama masa lalu dengan kontraktor terdahulu, kok dikait-kaitkan dengan orang lain. “Itu namanya praktek premanisme, lain luka lain berdarah, mohonlah Pemda Landak bantu kami, di sisi keamanan dalam mengerjakan Jembatan Tiang Tanjung itu sampai tuntas,”pinta Calon Pelaksana mempertegas, ( Dominikus Tolek)

News Feed