oleh

Tingkatkan PAD, Banggar DPRD Kabupaten Madiun Minta OPD Kerja Maksimal

 SERAHKAN—Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono menyerahkan dokumen Kesepakatan Bersama Antara DPRD dan Bupati Madiun terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2021 kepada Bupati Madiun, Ahmad Dawami di ruang sidang DPRD Kabupaten Madiun, Senin (30/11/2020)

Beritatrends, Madiun — Badan Anggaran DPRD Kabupaten Madiun meminta seluruh organisasi perangkat daerah bekerja maksimal agar pendapatan asli daerah tahun 2021 tercapai sesuai dengan perencanaan.

Permintaan itu disampaikan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Madiun dalam laporannya yang dibacakan anggota DPRD dari Partai Gerindra, Lely Hardyarini dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Senin (30/11/2020).
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono dihadiri Bupati Madiun, Ahmad Dawami dan diikuti anggota DPRD serta OPD. Rapat paripurna mengagendakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antara DPRD dan Bupati Madiun terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2021.

“Banggar DPRD Kabupaten Madiun merekomendasikan untuk meningkatkan PAD mohon semua OPD terkait bekerja secara maksimal agar PAD yang direncanakan dapat tercapai secara maksimal,” kata Lely.

Tak hanya itu, Banggar DPRD Kabupaten Madiun juga meminta program dan kegiatan yang direncanakan masing-masing opd ditahun 2021 dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Lely menyatakan pembahasan terakhir Badan Anggaran dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Pemkab Madiun menyepakati komposisi APBD 2021 dengan pendapatan daerah sebesar 1.817.807.532. 997, belanja sebesar Rp 1. 817.807.532.997, penerimaan pembiayaan Rp 17 milyar dan pengeluaran pembiayaan Rp 17 milyar.

“Total APBD Kabupaten Madiun tahun 2021 yakni Rp 1.834.807.532.997
Lely Hardyarini mengatakan sebelum menyepakati komposisi anggaran, Banggar DPRD Kabupaten Madiun dan tim TAPD Pemkab Madiun telah melakukan pembahasan dan sinkronisasi terhadap rancangan perda tentang APBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2021.

Penganggaran dalam perda tentang APBD 2021 telah diupayakan secara maksimal guna pencapaian visi Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak. Adapun prioritas pembangunan di Kabupaten Madiun dalam ranperda apbd tahun 2021 yakni meliputi penguatan infrastruktur, peningkatan nilai tambah ekonomi dan pariwisata.

Tak hanya itu prioritaskan lainnya yakni peningkatan ketentraman, ketertiban umum dan ketahanan bencana, peningkatan akses dan mutu pendidikan dan kesehatan, penguatan pelaksanaan perlindungan sosial dan peningkatan kualitas pelayanan.

Ia mengatakan seluruh program yang sebelumnya direncanakan tidak dapat terakomodir seluruhnya pada APBD Kabupaten Madiun 2021. Hal itu terjadi lantaran situasi dan kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas.

“Penganggaran program yang belum terakomodir akan diprioritaskan pada perubahan APBD 2021,” jelas Lely.

Sementara itu Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing menyatakan anggaran dalam APBD 2021 harus menyikapi kondisi pandemi covid-19 baik secara langsung maupun perbaikan ekonomi pasca pandemi.

Untuk itu anggaran dalam APBD 2021 tidak hanya bicara pada sisi kesehatan saja. Tetapi ekonomi juga harus jalan karena efek ekonomi yang ditimbulkan covid-19 harsi ditangani pada tahun 2021,” kata Kaji Mbing.

Meski beberapa program prioritas belum terakomodir dalam APBD 2021, Kaji Mbing optimis bila pemerintah dan dewan bersinergi maka tidak ada kesulitan yang dihadapi Kabupaten Madiun. Untuk itu program yang belum terakomodir dalam APBD 2021 akan menjadi prioritas pada perubahan APBD 2021. (MAL)

 

News Feed