oleh

Tingkatkan Imunitas Petani di Masa Pandemi Covid-19, Distan Kabupaten Madiun Berikan Ribuan Bibit Tanaman Buah

Kepala Seksi Tanaman Holtikultura Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sri Winarti menyerahkan bantuan bibit tanaman buah, pestisida organic dan pupuk bokasi kepada Ketua Kelompok Tani Harsosasono, Desa Ngrenget, Kecamatan Dagangan, Sukimun pekan lalu. Bantuan itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2020.

Beritatrends, Madiun – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun memberikan bantuan ribuan bibit unggul tanaman buah kepada lima kelompok tani. Bantuan bibit tanaman buah itu diberikan untuk mengedukasi petani meningkatkan imunitasnya di masa pandemi covid-19.

Kepala Seksi Tanaman Holtikultura Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sri Winarti yang dikonfirmasi Senin (1/12/2020) menyatakan bantuan bibit unggul tanaman buah bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020 senilai Rp 150 juta.

“Anggaran Rp 150 juta itu dihibahkan berupa barang (bibit tanaman buah) kepada kelompok tani. Ada lima kelompok tani yang menerima bantuan bibit tanaman buah tersebut,” kata Winarti.

Winarti merinci lima kelompok tani yang menerima bantuan itu yakni Kelompok Tani Utun, Desa Kare, Kecamatan Kare mendapatkan bantuan bibit durian 300 batang, pestisida organik delapan liter dan pupuk bokasi 1878 kg.

Kedua, Kelompok Tani Redi Makmur, Desa Suluk, Kecamatan Dolopo menerima pestisida organik delapan liter, bibit manggis 300 batang, pupuk bokasi 1878 kilogram.

Ketiga, Kelompok Tani Jatimulyo, Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo mendapatkan ratusan bibit tanaman blimbing dan bibit tanaman alpukat bersama pestisida dan pupuk bokasi. Keempat, Kelompok Tani Sujomulyo, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan mendapatkan bibit kelengkeng 300 buah bersama pestisida organik dan pupuk bokasi.

“Kelima Kelompok Hartosasono, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan mendapatkan bibit jeruk 300 dan jambu biji 300 bersama pestisida organik dan pupuk bokasi,” jelas Winarti.

Winarti mengatakan bantuan itu diharapkan dapat membantu masyarakat atau petani yang terdampak covid-19. Apalagi covid-19 terdampak pada semua sektor tidak terkecuali bidang pertanian.

“Kami dari Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura membantu berupa bibit tanaman buah. Arahnya agar nanti imunitas tubuh petani dan keluarganya meningkat mengingat pandemi covid-19 belum berakhir,” ungkap Winarti.

Tak hanya itu, pemberian bantuan ini juga mengedukasi petani agar terus mengkonsumsi makanan bergizi. Dengan demikian imunitas petani bersama keluarganya terus meningkat sehingga tidak tertular covid-19.

Selain itu bantuan bibit ini mengurangi pengeluaran petani yang ingin menanam tanaman di musim tanam. Ia menambahkan bantuan bibit tanaman buah diberikan ke beberapa daerah yang memiliki wilayah dataran tinggi.

Pasalnya bibit tanaman yang diberikan adalah tanaman keras. Untuk itu penanamannya lebih tepat di tanah dataran tinggi.

“Daerah yang kami berikan bantuan sudah disurvei. Daerah itu memiliki potensi produksi buah-buahan yang tinggi,” kata Winarti.

Bantuan bibit tanaman buah yang diberikan juga memiliki komoditas nilai tinggi. Diharapkan saat tanaman nanti berbuah, selain dikonsumsi sendiri bila panennya berlebih bisa dijual untuk menambah pendapatan petani. “Bantuan bibit tanaman buah-buahan yang diberikan petani sangat bagus sehingga tidak mengecewakan,” ungkap Winarti.

Pastikan Semua Tertanam
Sebelum penyerahan bibit, kata Winarti, Distan Kabupaten Madiun menggelar rapat koordinasi dengan mengundang kepala desa dan kelompok tani, PPL dan koordinator penyuluh di masing-masing lokasi. Rapat koordinasi itu dilakukan agar kepala desa yang daerahnya menerima bantuan diminta mengawal program tersebut.

“Kabupaten Madiun memilik ratusan desa. Tetapi bantuan sarana produksi bagi masyarakat di masa kenormalan baru tahun 2020 diberikan kepada desa-desa pilihan. Untuk itu kami minta penerima bantuan memperhatikan tanamannya betul-betul dirawat,” pinta Winarti.

Untuk pengawalannya, untuk setiap kegiatan harus tuntas tahun ini termasuk berita acara serah terima barangnya hingga posisi tanaman sudah tertanam di lahan milik petani. “Jangan sampai bibit diberikan tetapi setelah itu hanya disimpan saja,” jelas Winarti.

Guna memastikan bantuan bibit sudah ditanam telah dilakukan rapat evaluasi kelompok tani penerima bantuan. Selain itu PPL diturunkan langsung ke lokasi mengawasi mengecek jumlah bibit tanaman yang ditanam.

Hasilnya semua kelompok tani sudah menanam bibit bantuan dari dinas. Penanaman dilakukan di hamparan, sebagian di pekarangan dan pinggir jalan untuk penghijauan.

“Alhamdulillah sudah ditanam semua. Dan kebetulan bulan ini saat yang tepat menanam lantaran sudah mulai musim penghujan,” demikian Winarti. (MAL)

News Feed