oleh

Pengajian Umum Tumbuhkan Cinta Tanah Air dan Cegah Faham Radikalisme

di Masjid Baitul Muti’in Dkh. Likasan RT. 09 RW. 03 Ds. Madigondo Kec. Takeran Kab. Magetan, malan Senin, (26 Oktober 2020) Pukul 20.00 WIB

 

Beritatrends, Magetan – Pengajian umum  dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan cinta tanah air dan mencegah penangkal radikalisme dengan deradikalisme dan untuk menunjukkan jati diri bangsa Indonesia yang cinta tanah air, di Masjid Baitul Muti’in Dkh. Likasan RT. 09 RW. 03 Ds. Madigondo Kec. Takeran Kab. Magetan, malan Senin, (26 Oktober 2020) Pukul 20.00 WIB

Pengajian dihadiri 200 orang dan turut hadir Bupati Magetan Dr. Drs Suprawoto, SH. MSI, Plt. Ka Bakesbangpolinmas Kab. Magetan Drs. Iswahyudi Yulianto, M.Si, KH. Sumarno Abdul Aziz,  Jajaran Forkopimca Takeran, Kades Madigondo beserta perangkat Sulistyono,  Toga, Tomas dan Toda, dan Jamaah masyarakat Desa Madigondo.

Plt. Ka Bakesbangpolinmas Kab. Magetan Drs. Iswahyudi Yulianto, M.Si mengatakan,  pengajian umum ini dilaksanakan dalam rangka untuk menumbuhkan cinta tanah air dan mencegah faham radikalisme berkembang dikalangan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan program dari Bakesbangpol Magetan untuk menunjukkan jati diri masyarakat bangsa Indonesia yang cinta tanah air maksud dan menolak radikalisme,”terang Yuli.

Kades Madigondo Sulistyono menyampaikan, mengucapkan selamat datang kepada Bupati Magetan beserta jajarannya bisa berkenan meresmikan Masjid Baitul Muti’in dan kegiatan ini juga merupakan suatu kehormatan bagi warga masyarakat Desa Madigondo

“Desa Madigondo merupakan merupakan wilayah Magetan yang berbatasan dengan kab. Madiun masyarakat Desa Madigondo merupakan masyarakat majemuk yang mana masyarakatnya lebih banyak bertani,”papar  Sulistyono.

Bupati Magetan  Dr. Drs Suprawoto, SH. MSI mengatakan, kita harus bersyukur hidup di negara Indonesia karena betapa besar dan luasnya negara Indonesia ini yang mana masyarakatnya merupakan umat muslim terbesar di dunia untuk itu kita harus bangga menjadi warga Indonesia

“Indonesia merupakan Negara Demokrasi dan kita bisa bermimpi menjadi apa saja sesuai keinginan kita dan merupakan suatu nikmat bisa tinggal di negara Indonesia,”uajarnya

Negara yang kita cintai ini beraneka ragam suku terdiri dari 14 ribu pulau, kita sebagai penerus bangsa harus menjaga persatuan dan kesatuaan yang sudah dirumuskan dalam dasar negara Pancasila

“Presiden pertama kita Bung Karno bersama para tokoh ulama kyai Hasyim Asy’ari sudah merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, sehingga tidak boleh dirubah karena Pancasila merupakan suatu anugrah bagi bangsa Indonesia,”terang Bupati Suprawoto.

Mari kita jaga persatuan dan kesatuan mulai dari tingkat bawah RT, RW sehingga persatuan dan kesatuan dari tingkat bawah sampai tingkat atas bisa terjaga.

“Benteng utama Negara adalah Tentara karena sudah diwariskan dengan ideologi yang kuat yaitu Pancasila, harapan saya secara pribadi mari kita bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan kondisi saat ini sedang dilanda pandemi Covid 19. Kepada masyarakat ditengah pandemi Covid 19 ini, mari kita sama-sama menjaga kesehatan dengan menjaga dan mematuhi protokol kesehatan sehingga Negara Indonesia segera terbebas dari Covid 19,”ucap Bupati Suprawoto

Tausiah oleh KH Sumarno Abdul Aziz mengatakan, agar ingat dan menyadari keadaan sekarang ini banyak berita dari luar dan kita harus bisa menyaring dan jangan mudah terpengaruh.

Warga Bangsa Indonesia wajib hafal lagu Indonesia raya karena itu lagu wajib dan dasar negara kita Pancasila untuk itu kita harus bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari

“Kita yakin dan sadar selaku warga Negara Indonesia harus bangga siap dan sanggup untuk mempertahankan NKRI dan kita tidak rela apabila Negara kita di jajah dan di rusak Negara lain,”ujarnya

Mari kita saling mengingatkan kalau ada warga yang tidak sesuai syariat Islam kita ingatkan dengan cara Indonesia, kalau dengan Islam dengan cara tasbih, apabila pemerintah kita salah mari kita ingatkan dengan adat ketimuran

“Kita selaku warga negara republik Indonesia yang beragama Islam punya falsafah Pancasila sebagai pandangan dan pegangan hidup Bangsa Indonesia dan Pancasila sudah final tidak boleh dirubah,”pungkasnya. (Efa)

 

News Feed