oleh

BLK Kabupaten Mojokerto,Bekerjasama Dengan DPRD Prov Jatim menggelar Pelatihan Menjahit Pakaian di Desa Sampangagung

Pembukaan Pelatihan Menjahit untuk Ibu-ibu msyarakat desa Sampangagung(ft:susilo/beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto – Balai Latihan Kerja(BLK)Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Mojokerto berkerja sama dengan DPRD Provinsi Jawa Timur bidang kesra membuka pelatihan menjahit untuk ibu-ibu masyarakat desa Sampangagung,Selasa (27/11/2020).

Dalam sambutanya Kepala desa Sampangagung Ikhwan Arofidana mengharapkan agar ibu-ibu perserta latihan menjahit,supaya mengikuti pelatihan sampai bisa. agar menjadi ahli dalam menjahit dan mendesain pakaian.

“Saya berharap para perserta bersunggu-sunggu dalam mengikuti pelatihan menjahit dari BLK,dan syukur-syukur nanti selesai pelatihan mendapatkan mensin jahit dari BLK Mojokerto,agar setelah pelatihan bisa berkarya dirumah membuat pakaian sendiri biar tidak ngangur,”harap Kades Ikhwan.

Hadir dalam kesempatan pembukaan pelatihan menjahit di desa sampangagung antara lain Anggota DPRD Privinsi Jatim H.Suwandy.F,SE.,SH.,Kepala BLK Kabupaten Mojokerto Isman Widodo,Kades Sampangagung Ikhwan Arofidana,dan 16 peserta pelatihan ibu-ibu PKK desa Sampangagung

Pelatihan menjahit dilakukan selama 30 hari,tiap hari 8 jam pelatihan,dalam 1 minggu pertama ini peserta diperkenalkan beberapa materi-materi. Pelatihan ini disesuaikan dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) Kementrian Ketenagakerjaan yang berkapasitas 16 peserta.Dan pelatihan ini berbasis masyarakat.

sesi foto bersama perserta pelatihan menjahit bersama Kepala BLK Mojokerto,Anggota DPRD Prov.Jatim dan kepala Desa Sampangagung(ft:susilo/beritatrends)

Pelatihan menjahit,kerjasama DPRD Provinsi Jatim dan Dinas tenaga kerja Provinsi Jawa Timur,Pembukaan pelatihan menjahit di buka langsung oleh anggota Komisi III bidang Kesra H.Suwandy.F,SE.,SH.bekerja sama dengan BLK Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Mojokerto,agar ditenggah wabah pandemi covid-19 bisa tercipta lapangan pekerjaan baru,untuk ibu-ibu agar bisa membantu perekonomian keluarga.

“Saya berharap ibu-ibu dengan pelatihan ini,bisa mengembangkan kreatifnya di bidang menjahit pakaian,agar dengan begitu bisa membantu suami tidak hanya duduk dirumah saja tapi bisa membatu suami mencari duwit ,dengan menjadi jasa tukang jahit atau desainer,”tutur Suwandy.

Kepala BLK Kabupaten Mojokerto Isman Widodo mengatakan, pelatihan untuk menjahit pakaian style 1 menggunakan kurikulum berbasis masyarakat serta kompetensi, dengan materi yang diajarkan pelayanan prima, K3, pemeliharaan mesin, dan praktek.

“Kegiatan menjahit dilaksanakan selama 240 jam selama 30 hari dengan jam pelajara 8 jam sehari,”ujar Ismam Widodo.

Isman Widodo menjelaskan, pelatihan ini untuk memberikan bekal kepada para peserta berupa ketrampilan dan keahlian menjahit. Nantinya dapat diterima bekerja di pabrik garmen atau bisa berwira usaha sendiri,dan para peserta nantinya mendapatkan Sertifikat menjahit berstandar kopetensi.

“Adanya pelaksanaan program pelatihan menjahit pakaian sesuai style 1 merupakan upaya memecahkan masalah pengangguran masyarakat semakin memprihatikan di tengga wabah pandemi covid-19,” tegasnya.

Diharapkan para peserta pelatihan dapat memperkaya pengetahuan peserta dalam bidang busana pria dan wanita, juga dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pelatihan kursus menjahit sebagai keahlian para peserta.

Perlu diketahui semua perserta yang mengikuti pelatihan menjahit mendapat fasilitas seragam,peralatan lengkap untuk praktek jahit serta diakhir pelajaran yang di laksanakan selama 30 nanti para peserta berhak mendapatkan uang saku.(susilo)

News Feed