oleh

Resmikan Gereja dan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Polres Landak

Kapolda Kalbar Resmikan Gereja, Bupati Landak Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Polres Landak

Beritatrends, Landak – Semboyan satu tungku tiga batu dari masyarakat di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, selalu memiliki makna teloransi beragama yang tinggi.

Terdapat tiga agama di Landak, yaitu Islam, Katolik, dan Kristen Protestan. Ketiga agama ini dianggap sebagai agama keluarga di Landak, sehingga muncul semboyan untuk mempererat harmonisasi antar sesama.

Landak menjadi salah satu simbol ketentraman di tanah Kalimantan Barat, dengan berbagai macam etnis di dalamnya.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto meresmikan gereja Santo Ignasius Loyola serta melakukan peletakan batu pertama Masjid Nur Aman di lingkungan Polres Landak, Jum’at (21/08/2020) kemarin.

Peresmian Gereja dan peletaan Batu pertama Masjid tersebut didampingi Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat 1 Cornelis, Ketua Bhayangkari Polda Kalimantan Barat, Kapolres Landak, Ketua DPRD Landak, Ketua Pengadilan Negeri Ngabang, Sekda Landak dan Ketua MUI Landak.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa dengan telah diresmikannya Gereja Ignatius Loyola dan peletakan batu pertama Masjid Nur Aman di Polres Landak dapat meningkatkan keimanan semua anggota. Pembangunana gedung ibadah yang berdampingan ini diharapkan dapat menjadi simbol keberagaman dan harmonisasi yang ada di Kota Intan ini.

“Dengan adanya pembangunan ini diharapkan akan semakin meningkatkan keimanan dan mempererat persaudaraan bagi umat beragama di Polres dan di Landak, ini menjadi salah satu simbol keberagaman yang ada disini,” ujar Karolin.

Lanjut Karolin, pembangunan masjid dan gereja bukanlah sebuah pembangunan prasarana keagamaan biasa, melainkan sebuah proses spritual dan pembentukan iman terhadap Tuhan serta membangun semangat kebersamaan, kerjasama, partisipasi dan tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Pihaknya harap dengan Masjid dan Gereja di lingkungan Polres Landak ini akan semakin meningkatkan semangat umat beragama untuk beribadah, baik di jajaran anggota polres maupun masyarakat sekitatnya,”ucap Karolin.

Karolin berharap peran serta seluruh elemen baik Pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk berpartisipasi aktif untuk terus menjaga keharmonisan yang ada dan telah terjaga di Landak.

Ditempat yang sama Kapolda Kalbar, Irjen Pol R Sigit Tri Hardjanto mengatakan, dengan adanya Masjid dan Gereja yang dibangun di wilayah Polres Landak selalu bisa memberikan cahaya keamanan, dan cahaya keamanan ini menyebar diseluruh Kabupaten Landak.

“Ini adalah simbol kebersamaan kita, sehingga anggota kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik serta menambah kualitas keimanan kita. Karena selalu saya katakan bahwa kita berkerja adalah dasanya keimanan,”pungkas Sigid. (Tolek)

 

News Feed