oleh

Desa Tunggur Gelar Bersih Desa Dengan New Normal

Kesenian Tayupan atau Gambyong “Tayub Langen Beksa” Keling Iromo Laras bertempat di Kantor Balai Desa Tunggur, Selasa (14/7).

Beritatrends, Magetan – Sudah menjadi sebuah tradisi pelestarian budaya jawa di Desa Tunggur kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan yang dilaksanakan pada setiap bulan Selo (bulan jawa) atau Dzulkaidah bulan Islam, diadakan rangkaian acara dan kegiatan bersih desa.

Bersih Desa atau Nyadran di Desa Tunggur telah dilaksanakan berbagai rangkaian acara seperti Fida’an, selamatan, dan Sholawatan, pada Selasa (13/7) Malam, dan Acara Selamatan di 3 Punden yang terletak di Desa Tunggur, Selasa (14/7).

Dalam situasi new normal pasca Pandemi Covid-19 ini, setiap kegiatan bersih desa dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Acara Puncak Bersih Desa Tunggur, Pemerintah Desa juga mengadakan acara dengan mengelar kesenian Tayupan atau Gambyong “Tayub Langen Beksa” Keling Iromo Laras bertempat di Kantor Balai Desa Tunggur.

Kegiatan tersebut turut di hadiri oleh Muspika Kecamatan Lembeyan, perangkat Desa Tunggur, seluruh Kades Kecamatan Lembeyan, Tokoh adat,Tokoh pemuda tokoh masyarakat dan seluruh warga masyarakat Desa Tunggur.

Syaiful Yani, Camat Lembeyan dalam sambutanya mengatakan setelah tiga bulan wilayah Kabupaten Magetan dinyatakan zona hijau situasi New Normal pasca pandemi Covid-19, saat ini Magetan kembali masuk ke zona Oranye. Meski begitu pihaknya mendukung tradisi adat Jawa harus tetap dilestarikan.

“Kesenian Tayub atau Gambyong merupakan tarian seni adat jawa yang perlu dilestarikan, supaya jangan sampai punah di akhir perkembangan jaman. Kegiatan harus dilaksanakan dengan mematuhi protokol Kesehatan dari pemerintah dengan menggunakan masker serta jaga kesehatan diri, seperti sering melakukan cuci tangan dengan air bersih l, memakai masker di situasi masih New Normal pasca covid 19 saat ini,” ujar Camat Lembeyan, Selasa (14/7).

Antusias warga masyarakat Desa Tunggur dalam melaksanakan kegiatan bersih desa pun masih sangat kental, meskipun situasi New Normal akan tetapi tidak menghalangi warga untuk melihat kesenian Tayub yang ditampilkan pada hari tersebut. Terbukti dengan warga masyarakat yang sangat senang melihat dan ikut menari pada gelaran Kesenian Gambyong.

Sementara, Kepala Desa Tunggur Sono Keling menyampaikan digelarnya rangkaian Bersih Desa di Desa Tunggur ini, sebagai wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa dan untuk menjalin silaturahmi kepada warga masyarakat Desa Tunggur supaya diberikan kesehatan, keselamatan, kedamaian dan ketentraman masyarakat, supaya terhindar dari Covid-19.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang hadir, yang telat ikut menaati protokol kesehatan,” ujarnya. (Gal)

News Feed