oleh

Mediasi Permasalahan Tenaga Kerja PT BIK Yang Belum Dibayarkan

Mediasi Permasalah Tenaga Kerja PT BIK di Polres Magetan.

Beritatrends, Magetan – Polres Magetan melaksanakan mediasi terkait permasalahan ketenaga kerjaan PT BIK (Bintang Inti Karya) dengan karyawan yang selama ini belum terbayarkan, mediasi digelar di Ruang Eksekutif Polres Magetan, Selasa (14/7/2020) siang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadisnaker Prov Jatim Cg.Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Ketua Cabang BPJS Madiu, Direktur/pimpinan PT.BIK, Kadisnaker Magetan, Ketua FSBI Jatim, Ketua LKS PT.BIK (2-3) orang, Kapolres AKBP Festo Ari Permana SIK, Waka Polres Kompol Dadang Kurnia SH. MH. Pju Polres Magetan.

Polres Magetan memfasilitasi mediasi tersebut untuk segera terselesaikan agar tidak berlarut-larut.

“Kami berharap dalam rakor ini ada solusi dari semua pihak, semoga menguntungkan dari semua pihak. Kita duduk bersama-sama menyelesaikan permasalahan tidak mementingkan salah satu pihak,” ucap Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana S.I.K., Selasa (14/7).

Mediasi tersebut di pandu oleh Kasat Intelkam Polres Magetan Iptu Sami Aji.

Pimpinan PT. BIK, Hidayat mengatakan setelah mediasi telah ada kesepakatan antara karyawan, bahwa telah menyetujui gaji sebesar 55% pada bulan Maret.

“Karyawan yang akan mencairkan JAT akan di fasilitasi dan akan di transfer dari pihak BPJS ke rekening masing-masing,” katanya.

Selama ini mediasi ini telah di fasilitasi oleh Kadisnaker antara PT BIK dengan karyawan yang selama ini ada permasalahan.

Setelah dilakukan beberapa mediasi, ditemukan solusi dari perusahaan untuk membayarkan gaji karyawan sebanyak 55% pada bulan maret, walaupun saat ini perusahaan tidak beroperasi. Selain itu Gaji bulan Januari dan Februari sudah di bayarkan.

Dan juga, Karyawan yang di rumahkan akan di berikan jaminan sosial karena tidak bisa bekerja karena perusahaan tidak beroperasi.

Selama ini, Karyawan PT BIK sudah melaksanakan kerja selama tiga bulan tidak di bayar (Januari, Februari dan Maret). Hinga saat ini pun permasalahan tersebut belum selesai. Selain itu karyawan juga menuntut jaminan haknya yaitu jaminan sosial karyawan yang di rumahkan.

Pada mediasi juga di hasilkan pada Rabu (15/7) besok akan dilaksanakan pembayaran kekurangan gaji karyawan PT BIK yang dirumahkan, yaitu 55% di kantor PT BIK. (Lak/G.lih

News Feed