oleh

1 Orang Positif Covid 19 di Ponorogo Meninggal Dunia

Bupati Ipong Muchlisoni

Beritatrends, Ponorogo – Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni sampaikan update penanggulangan kasus COVID-19 di Kabupaten Ponorogo.

Innalillahiwainnaillaihirojiun, tadi malam pukul 18.45 WIB, pasien konfirm no. 77 meninggal dunia setelah mengalami penurunan kesadaran.

“Tadi malam telah dimakamkan dengan protokol COVID19 dengan melibatkan satgas covid desa Joresan, Kecamatan Mlarak, BPBD, Puskesmas, TNI/POLRI dan lintas sektor terkait,”ucap Ipong.

Pasien ini adalah istri dari pasien no. 46, yang berasal dari Joresan Mlarak yang meninggal lebih dulu. Riwayat sebelumnya, sang suami yang sehari-hari bekerja di Surabaya, pulang karena sakit. Setelah dirawat 3 hari di RS, meninggal dunia dan hasil pemeriksaan PCR positif COVID19.

“Kemudian setelah dilakukan tracing terhadap istri dan 2 anaknya, didapatkan hasil istri dan anak perempuannya juga positif COVID19. Sebelumnya istrinya tidak ada keluhan, namun memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus dan hipertensi, sehingga dapat menjadi komorbid / memperberat kondisi COVIDnya,”terang Bupati Ipong.

Kemarin pagi masih sadar, namun sore hari dilaporkan kondisinya memburuk, kadar oksigen dalam darah terus menurun dan akhirnya meninggal.

“Anak perempuannya saat ini masih dirawat di RS, saat ini kondisinya baik dan semoga segera sembuh. Sementara anak laki-lakinya masih menunggu hasil PCR yang belum keluar dari BBLK. Semoga kedua almarhum husnul khotimah dan semoga Allah memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,”ucap Ipong.

Mulai tanggal 13 juli 2020 pukul 00.00 WIB, Desa Panjeng Jenangan dan Jalan Godang Patihan Kidul dibuka kembali isolasinya. Hasil tracing dan testing yang sudah dilakukan : Desa Panjeng : – 45 orang dilakukan swab, didapatkan hasil 3 positif (Pasien no. 71, 72, 73) , sementara yang lainnya menunggu hasil dari BBLK, 120 orang yang dilakukan Rapid Test, ditemukan 1 reaktif dan akan diambil swab hari ini dan besok,

Patihan Kidul :  24 orang dilakukan swab, didapatkan hasil 3 positif (Pasien no. 74, 75, 76) , sementara yang lainnya menunggu hasil dari BBLK, 53 orang yang dilakukan rapid test, semuanya non reaktif

Terhadap kasus yang terjadi di PP Gontor 2 : hari ini kembali akan dilakukan rapid test terhadap 500 orang santri, terhadap 9 orang santri rapid reaktif hasil rapid test hari Jumat yang lalu, hari ini akan dilakukan swab untuk pemeriksaan PCR terhadap 9 santri tersebut, Atas kesepakatan Bupati, Gubernur, Kapolda, Pangdam, Dan Pimpinan Pondok, 11 orang santri yang kemarin dinyatakan positif, perawatannya dialihkan ke RS Darurat Indrapura Surabaya.

Mulai hari Sabtu tgl 11 Juli 2020 dan sebagian dilanjut hari ini tanggal 13 Juli 2020, dilakukan pemeriksaan rapid test pada 2.080 orang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang dilaksanakan serentak di seluruh Kecamatan di Ponorogo, dalam rangka persiapan pilkada tahun 2020.

“Saat ini Ponorogo masih dalam status zona oranye (resiko sedang) kenaikan kasus COVID19. Wajib untuk kita memperketat pelaksanaan protokol kesehatan : Sering cuci tangan pakai sabun, pakai masker ketika berada di tempat umum dan berinteraksi dengan orang lain, jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain,  tingkatkan imunitas tubuh dengan olahraga dan gembira, berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua,”pungkas Ipong. (Sugeng)

o

News Feed