oleh

Perampasan Satu Bidang Kebon Kopi Oleh H. VERY dengan memakai Tangan Oknum Polri

perampasan sebidang kebun Kopi

Beritatrends, Lampung Barat – Telah terjadi perampasan sebidang kebun (KOPI) milik SAPRI EDWIN seorang petani kebun warga Tri Mulyo Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung.

Hal demikian diduga dilakukan oleh H.Very dengan dibekingi oleh seorang oknum anggota Polri yang bertugas di jajaran Polres Lampung Barat.

Adapun kronologis kejadiannya bermula pada bulan Februari 2019 saudara SAPRI EDWIN meminjam uang kepada H.VERY senilai Rp :70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah), dengan anggunan sertifikat kebon dan sertifikat rumah.

Uang sebesar Rp : 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah) yang dipinjam tersebut, harus dikembalikan senilai Rp : 135. 000.000,- (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah), berbunga yang sangat pantastis, “Ungkap “F” keponakan korban kepada team media Jum’At, (10/07/2020).

Lalu pada tanggal 20 November 2019 saudara SAPRI EDWIN telah mengembalikan uang pokok yang dipinjam senilai Rp : 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah) kepada H.Very, adapun penyerahannya disaksikan oleh BABINSA Trimulyo dan seorang anggota Polri yang tidak lain adalah anak kandung dari H. Very.

Setelah uang senilai Rp : 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah) tersebut dikembalikan, maka saudara SAPRI EDWIN masih mempunyai hutang senilai Rp : 65.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah) sebagai bunga, dan dibuatlah kesepakatan tanggal pelunasannya.

Namun setelah sampai waktunya tanggal pembayaran tiba, saudara SAPRI EDWIN ternyata belum bisa melunasi, maka H.Very bersikukuh akan mengambil alih sebidang kebon yang sertifikatnya dijadikan agunan pinjaman oleh SAPRI EDWIN.

Rencana pengambil alihan sebidang kebon milik SAPRI EDWIN tersebut diduga kuat bahwa H.Very diback up oleh seorang oknum anggota Polri yang berinisial JN berpangkat AIPDA dari jajaran Polres Lampung Barat.

Setelah dilakukan upaya penyelesaian dengan jalur kekeluargaan agar uang tersebut bisa dibayar dengan sistem dicicil, namun upaya itu tidak juga kunjung selesai.

Maka pada tanggal 10 Juli 2020, H.Very, AIPDA JN dan beberapa anak buahnya mendatangi kebon kopi milik saudara SAPRI EDWIN, lalu memetik buah kopi yang belum waktunya dipanen.

Mengetahui adanya pemetikan buah kopi, maka keluarga SAPRI EDWIN coba mempertanyakan kenapa terjadi demikian, malah hanya terjadi cekcok mulut diantara keduabelah pihak.

“Uang sisa yang bunga sebesar Rp : 65.000.000,- (Enam Puluh Lima Juta Rupiah) itu paman dan bibi saya belum bisa membayarnya sesuai dengan tanggal perjanjian, dan meminta untuk menyicilnya, dengan bergaya bagaikan preman keluarga pak H.Very beserta anaknya yang polisi itu datang dan memanen hasil kebon.

“Sungguh kami merasa tersakiti bahkan sangat dizholimi oleh pak H.Very dan keluarganya, semoga keadilan bisa ditegakkan, kita ini Negara hukum bukan Negara premanisme, “Tutupnya.

Ditemui dikantornya Yahman Efendi selaku ketua bidang Advokasi FPII Sekwil Lampung mengatakan ini urusan utang piutang, bukan gadai kebon, dan juga aturan utang piutang itu tidak bisa dibuat semaunya sendiri, apa iya pinjam Rp : 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah) bunganya mencapai 95% sehingga wajib dikembalikan sebesar Rp : 135.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah), ini aturan perbankan dari mana.

“Harapan kami persoalan ini tidak bisa dibiarkan, jangan seenaknya menindas masyarakat lemah, pihak penegak hukum wajib memperoses persoalan ini, apa lagi ada oknum anggota Polri yang terlibat didalamnya. “Pintanya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak Polres Lampung Barat belum berhasil dikonfirmasi. (Roso/Fery/Zainuddin/Red)

News Feed