oleh

Nekat Selingkuh Dengan Istri Orang Seorang Pemuda Luka Para Dibacok Preman Bayaran

salah satu otak pengerokan VN istri salah satu pelaku(ft:susilo/beritatrends.com)

Beritatrends, Mojokerto – Satreskrim Polres Mojokerto berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka para dibagaian wajah dan punggung.

Pengungkapan kasus penganiayaan tersebut sesuai laporan Polisi,LP:B / 216 / X /2019/ JATIM /RES MJK, Tanggal 14 OKTOBER 2019,tentang tindak Pidana secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang (Pengeroyokan) yang mengakibatkan luka sabetan pedang pada wajah dan punggung korban.

Pengungkapan kasus pengeroyokan ini,disampaikan oleh Kapolres Mojokerto AKBP Feby D.P Hutagalung pada pers rilis,Jum’at(17/1/2020)di Mapolres Mojokerto.Tempat kejadian perkara(TKP) pengeroyokan yang dilatar belakangi cemburu,tepatnya
di Jl. Raya Goa gembyang Ds. Kuripansari Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
Pada Hari Kamis tanggal 11 Oktober 2019 yang lalu,sekira Pukul 23.30 Wib.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kapolres Mojokerto AKBP Feby,peristiwa pengeroyokan terhadap korban Muhammad Syahrul Hafid(19)yang masih berstatus Pelajar/Mahasiswa asal Dusun Bendungan RT 03 RW 01 Desa Tempuran Kecamatan
Pungging, Kabupaten Mojokerto, adalah dilatar belakangi cemburu.

“Motif pengeroyokan dan pembacokan korban yang dilakukan tersangka dengan mengunakan senjata tajam jenis pedang karena korban menjalin asmara dengan salah satu istri tersangka,” ungkap Feby.

Perlu diketahui bahwa peristiwa pengeroyokan tersebut karena tersangka Ahmad ali Mustofa(31)yang merupakan suami dari tersangka Vina Octavia Dewi (21)asal Dusun Tanjungsari RT 01 RW 003 Desa Tanjungkenongo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto,cemburu dengan korban Muhammad Syarul Hafit,karena korban ketahuan oleh tersangka menjalin asmara atau selingkuh dengan istri tersangka.

Kemudian tersangka mengajak tiga temanya yaitu,NURHASAN(36)asal Dusun Sekargadung RT 02 RW 01 Desa Sekargadung Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto,WIWIT ARIYANTO(26)asal Dusun Sumbersono RT 02 RW 09 Desa Sumberkembar Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto,dan HAMZAH ZAINUL MA’ARIF(23)asal Dusun. Wonokerto RT 01 RW 09 Desa Kertosari Kecamatan Kutorejo,Kabupaten Mojokerto.selanjutnya keempat tersangka
menghadang korban.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby D.P Hutagalung menujukan barang bukti yang di buat membacok korban pengeroyokan(ft:susilo/beritatrends.com)

Menurut AKBP Feby,modus operandi para pelaku secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara yaitu, awalnya korban diajak janjian oleh dua orang perempuan yang bernama Vina istri salah satu tersangka bersama temannya Yanti, selanjutnya korban dan kedua orang perempuan tersebut bertemu di EXPO Mojosari.

Kemudian Vina dan Yanti minta kepada korban untuk diantar pulang, selanjutnya ditengah perjalanan tepatnya di Jl. Raya Goa Gembyang masuk Dusun Kuripansari Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto korban dihadang oleh 4 (empat) orang pelaku,yang sekarang jadi tersangka.

“Pelaku melakukan pembacokan kearah wajah korban,dalam keadaan terluka korban tetap melajukan sepeda motornya kearah barat, namun pelaku mengejar korban dengan menggunakan sepeda motor, selanjutnya korban dibacok lagi dibagaian punggung, kemudian korban berteriak minta tolong sehingga para pelaku pergi meninggalkan korban dan lari kearah barat menuju Jl Raya Pandan -Pacet,” terang Kapolres.

Setelah pelaku kabur,kemudian korban ditolong warga dan dibawah kerumah sakit terdekat untuk mendapatakan perawatan.

Selanjutnya Korban melaporkan kejadian penganiayaan kepihak kepolisian,selanjutnya team Resmob Polres Mojokerto mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan sejak Jum’at(11/10/2019) selanjutnya berdasarkan informasi masyarakat dan dari pengumpulan data,hasil penyelidikan didapatkan arah otak pelaku pengeroyokan adalah seorang Wanita yang tak lain adalah istri salah satu tersangka bernama Ahmad Ali Mustofa.

Selanjutnya pada Kamis,(16/01/2020) sekira Pukul 01.00 WIB team behasil mengamankan pelaku pengeroyokan yang berjumlah 4 orang.Dari hasil interogasi terhadap pelaku bahwa kejadian pengeroyokan tersebut bermula dari kecemburuan salah satu pelaku yang bernama Ahmad ali Mustofa alias TOFA terhadap korban,karena istri pelaku menjalin hubungan asamara dengan korban.

“Pelaku menyuruh orang untuk melakukan penganiayaan/pengeroyokan terhadap korban dengan upah sebesar 1 juta rupiah,” pungkas Feby.

Kini para tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolres Mojokerto,untuk proses hukum dan para tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang tindakan pengeroyokan.(sus)

News Feed