oleh

Korupsi Ratusan Juta Rupiah, 3 Pejabat DLH Pemkot Madiun Ditahan Kejaksaan

Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Wartajiono Hadi Akan Mengembangkan Kasus Ini. Diduga masih ada Pihak Terkait Yang Terlibat

Beritatrends, Madiun – Tiga pejabat Pemerintahan Kota Madiun dari Dinas Lungkungan Hidup ditahan oleh Kejaksaan Negeri kota Madiun, setelah diperiksa selama kurang lebih 2 jam. Diduga mereka telah menyelewengkan dana pengelolaan sampah.

Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Wartajiono Hadi, kepada wartawan di kantornya menjelaskan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun resmi telah menahan tiga orang tersangka.

Dalam kasus controlled landfill atau penataan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Winongo Kota Madiun.

Ketiga tersangka HM, SH, PE itu bertugas dalam pengelolaan sampah di TPA Winongo. Yang berada di Jalan Ring Road Barat Kota Madiun.

HM merupakan pejabat PPTK dalam kegiatan penataan sampah pada tahun 2017 sampai Mei 2019. Menjabat sebagai Kabid Pengelolaan Kabid Pengelolaan Limbah dan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Tersangka lainya, SH selaku koordinator lapangan juga sebagsi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan tersangka PW selaku tenaga program jasa kebersihan (projasih).

Hadi menjelaskan ketiga tersangka diduga menyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional eskavator penataan sampah di TPA Winongo.

Dari hasil penelusuran BeritaTrends.com ketiga tersangka yang disebutkan inisial oleh Kejari kota Madiun tersebut yakni Heri Martono, Suhartono dan Putut Wasono

Kantor Kejaksaan Negeri Kota Madiun Jalan Pahlawan 26

Ketiga tersangka sejak tahun 2017 hingga Mei 2019 telah menyalah gunakan jabatanya untuk memperkaya diri – sendiri. Diduga Korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional eskavator penataan sampah di TPA Winongo Kota Madiun.

“Dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) ditemukan kerugiannya negara mencapai ratusan juta rupiah. Untuk rincianya akan kita sampaikan dikemudian hari,” terang Hadi.

“Di mana pada tahun 2017 anggaran yang digelontorkan melalui APBD Kota Madiun untuk penataan sampah sebesar Rp 967 juta. Kemudian di tahun 2018 sekitar 685 juta, dan tahun 2019 senilai 902 juta.

Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Wartajiono Hadi menambahkan, selain menahan ketiga tersangka di Lapas Kelas 1 Madiun, Kejari Kota Madiun masih melakukan pengembangan yang dimungkinkan bertambahnya tersangka. (E’Tj)

News Feed