oleh

Penangkapan POJF Terkesan Dipaksakan, Karena Diduga Sentimen Pribadi

penangkapan terhadap Pekerja Eksekusi Objek Jaminan Fidusia

Beritatrends, Lhoksumawe – Terjadinya Penangkapan Pekerja Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Memiliki Sesuatu kejanggalan hukum yang terjadi dan menjadi viral di wilayah hukum Polres Lhoksumawe, Rabu, (25/12/2019).

Seperti sekarang ini, terjadinya penangkapan terhadap Pekerja Eksekusi Objek Jaminan Fidusia atas Nama Novi Priantoro (40) salah seorang pekerja Objek Jaminan Fidusia. Hal itu terjadi Dengan membuat berita sayembara seperti tertulis

“Ass rekan2, apabila ada diantara rekan2 atau family nya yg pernah ditarik mobil (leasing) secara paksa oleh debt collector yang mengaku2 dari BAIS/BIN dan dimintai uang oleh ybs, maka dapat ke polres untk membuat pengaduan, Karena org nya sdh tertangkap, tks”

Pernyataan itupun Menjadi viral dan belum diketahui siapa sumber dari kiriman tersebut dan mengirimkan foto korban Pekerja Eksekusi Jaminan fidusia kesemua media sosial.

Seperti kita ketahui jika, Perjanjian fidusia adalah perjanjian hutang piutang kreditor kepada debitor yang melibatkan penjaminan. Jaminan tersebut kedudukannya masih dalam penguasaan pemilik jaminan. Namun yang satu ini sudah pindah tangan dan tidak bayar 6 tahun

Tetapi untuk  menjamin kepastian hukum bagi  kreditor maka dibuat akta yang dibuat oleh notaris dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia. Nanti kreditor akan memperoleh sertifikat jaminan fidusia berikrah-ikrah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dengan demikian, memiliki kekuatan hak eksekutorial langsung apabila debitor melakukan pelanggaran Perjanjian Fidusia kepada kreditor (parate eksekusi), sesuai UU No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia.

Namun Dalam hal kasus yang satu ini sungguh berbeda, diduga jika Polres Lhoksumawe memaksakan kasus perkara tersebut naik, tanpa melihat apakah Pelapor mempunyai legalitas dalam membuat Laporan sehingga membuat berita sayembara untuk meminta orang lain membuat laporan dan Korban saat ini sudah mendekam didalam sel selama 3 hari setelah berita ini terbit, Rabu(25/12/2019)

Istri korban pun angkat bicara, dimana saat ini dirinya menanti suaminya pulang dan meminta kepastian hukum atas pekerjaan suaminya selama ini yang dianggap sebagai Pekerja Eksekusi Objek Jaminan Fidusia.

“Saya tidak mengerti hukum bang, namun suami saya selama ini bilang jika mereka itu bekerja memiliki sertifikasi dari SPPI dan ada fidusia katanya itu pekerjaan resmi dia bang. namun saat ini saya sudah tidak mengerti lagi bang dimana suami saya katanya sudah ditangkap di polres Lhoksumawe dan tanpa pemberitahuan dengan saya bang.” Pungkas istri korban ciara

Lanjutnya lagi, “Seharusnya APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia) Bertanggung jawab atas sertifikasi yang mereka gadang – gadangkan selama ini. lihatlah bang semua pada diam dan suami saya menjadi korban atas pekerjaan resmi yang mereka katakan bang dan semoga dengan naiknya berita ini bang pihak terkait seperti SPPI, APPI, dan OJK Ikut menjembatani penyelesaian kasus Suami saya bang.” Pungkasnya

Dalam hal diatas pihaknya ditahan atas penarikan satu unit mobil Mitsubushi Galan Sedan Tahun 1998 dengan Nomor fidusia 0011001633 – 001 Dengan Total Jaminannya 46.320.000 (Empat Puluh Enam Juta Tiga Ratus Duapuluh Ribu Rupiah) Dengan Nomor BPKB A7918434B yang ditanda tangani Kepala Devisi Pelayanan Hukum Dan Hak Asasi Manusia atas nama Ardiansyah Sh.Mh Nip.196307131983031001 Dengan Pihak PT.Verena Multi Finance, Tbk

Adanya kejanggalan yang ditemukan awak Media seperti pada saat penangkapan Korban Novi Priantoro ditangkap dengan menembakkan pistol ke atas sebanyak 3 kali didepan Simpati star disaksikan orang banyak dari keterangan para saksi dilapangan dimana pihak polres langsung menabrak serta memborgol seperti menangkap boronan narkoba kelas kakap.

Pantauan lain awak media juga jika ternyata penangkapan tersebut terjadi karena pihak korban sering menangkap kendaraan pihak oknum kepolisian dan oknum anggota Tentara serta penegak hukum lainnya sehingga muncul rasa sakit hati dan mencoba paksakan dudukan perkara terkait jaminan fidusia. Media juga menduga banyaknya oknum aparat penegak hukum memakai kendaraan tak bersurat.

“Ya bang kalo Novi ini orangnya tidak pandang bulu dalam melakukan Eksekusi Jaminan Fidusia, dia tangkap aja semua mobil mobil yang namanya sudah menunggak bang sehingga banyaklah sakit hati ke dia bang dan kemarin itu juga perwira pun mobilnya ditariknya bang. taulah abang sekarang ini banyak oknum polisi dan tentara kendaraannya yang tak resmi bang.” Pungkas Ldn pada awak media

Lanjutnya lagi, “Penahanan Novi itu juga kan karena dia tarik mobil salah seorang oknum tentara juga yang kredit di Verena Multi finance dan sudah menunggak 6 tahun lamanya bang, sehingga dia buat laporan dan saya juga membuat laporan karena biaya penarikan saya juga ditipunya”. Pungkasnya kepada awak media melanjutkan

Dari perkara di atas diduga juga jika memang benar tidak memiliki kekuatan hukum dimana pihak Polres Lhoksumawe Menerima Laporan tanpa hak atas pelapor dan mencoba menerima laporan tanpa hak lapor.

“Mereka tidak memiliki kekuatan hukum dalam penerimaan laporan tersebut dimana pelapor harus memiliki yang namanya BPKB atau surat keterangan dari lesing sebagai bukti kepemilikan yang sah. Jika mereka dalam melakukan eksekusi dan memiliki yang namanya fidusia itu sudah menjadi hak mereka dalam mengamankan unitnya.”Pungkas seorang penasehat Hukum Olo P. Marbun SH.Mhum

Selain itu juga pihak media koordinasi kepada Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik melalui Kasat Reskrimnya AKP Indra T. Herlambang, S.Ik terkait penangkapan tersebut Namun tidak ada jawaban sampai media ini terbit di meja redaksi (Ms/Leo)

News Feed