oleh

Bencana Angin Puting Beliung di Magetan

Rumah yang roboh Desa Duwet

Beritatrends, Magetan – Bencana alam angin puting beliung akibat hujan dengan intensitas tinggi di sertai angin kencang sehingga mengakibatkan 1 dapur warga roboh, 3 rumah rusak ringan genteng merosot dan 1  pohon pete tumbang menimpa kabel besar sampai putus serta 6 pohon jati tumbang di Desa  Duwet Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan, Rabu (25/12/2019) pukul 15.00 Wib.

Hujan semakin deras dan mengakibatkan satu dapur milik warga atas nama Yuning Des aDuwet  Rt 07 Rw 01 roboh terkena angin puting beliung, satu tiang listrik dan satu pohon petay di Ds Duwet  Rt 16 Rw 03 tumbang terkena angin puting beliung.

Selanjutnya Rumah Haryono warga Desa Duwet Rt 07 Rw 01 Kec Bendo Kab Magetan, kerusakan bagian dapur roboh kerugian diperkirakan mencapai Rp 3.000.000,-, Rumah Busi warga Desa Duwet Rt 03 Rw 01 Kec Bendo Kab Magetan, kerusakan bagian atap/genteng rontok kerugian diperkirakan mencapai Rp 200.000,-, Rumah Sukir Desa Duwet Rt 12 Rw 02 Kec Bendo Kab Magetan kerusakan bagian atap/genting merosot kerugian diperkirakan mencapai Rp 200.000,- serta tiang listrik depan rumahnya miring, Rumah Sukat, Desa Duwet Rt 05 Rw 01 Kec Bendo Kab Magetan, kerusakan bagian asbes menyelingkap kerugian diperkirakan mencapai Rp 1.000.000,-, dan depan Rumah Sumadi, Desa Duwet Rt 15 Rw 03 Kec Bendo Kab Magetan, 1 (satu) pohon pete tumbang menimpa kabel besar sampai putus, serta 6 pohon jati tumbang.

Bencana alam angin puting beliung diwilayah Desa Duwet Kec Bendo Kab Magetan terjadi akibat adanya hujan dengan intensitas tinggi dan disertai oleh angin kencang.

Pohon tumbang di Tambakmas

Dan kejadian pohon tumbang akibat hujan dengan intensitas sedang yang disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, sehingga mengakibatkan 2 pohon.

Pohon yang tumbang berdiameter 50 cm tumbang dan menutup akses Jalan Raya Tamanan-Belotan Rt 02 Rw 04 Desa Tambakmas Kec. Sukomoro Kab. Magetan, Rabu, (25/12 2019).

BPBD Magetan bersama Apkam Sukomoro dibantu masyarakat setempat melaksanakan karya bakti pembersihan dan pemotongan pohon tumbang dengan menggunakan alat berat dan chainsaw atau gergaji mesin.

Ferry Yoga mengatakan, berdasarkan Informasi cuaca dr BPBD melalui BMKG bahwa ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone) merupakan wilayah pertemuan aliran udara dr belahan bumi selatan dan belahan bumi utara sehingga menyebabkan terbentuk awan Cumulonimbus dalam

“Skala yang cukup besar dan nantinya wilayah yang terdampak dari kehadiran ITCZ ini akan melimpah curah hujannya yang berpotensi untuk hujan deras atau hujan es disertai terbentuknya awan Cumulonimbus yang bersifat merusak dan masih berlangsung hingga Januari 2020,”pungkas Ferry.

 

News Feed