oleh

Bapak Jokowi, Saya Karel Donatus Mahuze, Tanah Kami Buat Bandara Mopah, Tapi Belum Dibayar, Mohon Petunjuk

Karel Donatus Mahuze pemilik dari tanah 12,50 Ha dan +  5 Ha dari Kampung Kayakai membawahi  4 Marga : Gebze, Basik Basik, Mahuse dan Blagaize

Beritatrends, Merauke Papua – Setelah pemberitaan keterlambatan atau belum pernah dibayarnya tanah hak ulayat milik Simson Tiotra Mahuze untuk Lahan Bandara Mopah Merauke pada tahun 2008 silam yang sempat bermohon kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, bagaimana caranya mendapatkan jalan keluarnya agar pemilik lahan tidak tidak di rugikan.

Hari ini Minggu (22/12/2019) salah satu warga dari kampung kayakai kirim Whatsapp ke Redaksi Beritatrends.com yang berbunyi : Saya Karel Donatus Mahuze pemilik dari tanah 12,50 Ha dan +  5 Ha dari Kampung Kayakai membawahi  4 Marga : Gebze, Basik Basik, Mahuse dan Blagaize menuntut kepada Pemda dan Pemerintah Pusat dari yang dipakai oleh Bandara Mopah Merauke sejak Tahun 2008 sampai Tahun 2019 belum dibayar, kami masyarakat Kampung Kayakai dengan tuntutan 12,50 Ha + 5 Ha X Rp 1.800.000/Meter =Rp.  315 Milyar  karena  tanah kami sudah dipakai 11 tahun tidak ada pembayaran yang pasti dari Pemda Merauke.

“Pemda Merauke dan Dinas terkait hanya janji-janji saja bahwa akan dibayar dari tahun ke tahun tapi janji tidak pernah tepat,”ucap Karel Donatus Mahuze.

Kami sebagai warga yang dirugikan Pemda Merauke bermohon kepada Bapak Jokowi, tolong bisa menyelesaikan tanah-tanah kami  yang terkena dampak dari pembangunan Bandara Mopah sudah 11 Tahun belum terbayarakan.

“Bapak Presiden Jokowi, kami menantikan uang kompensasi itu, hingga sekarang tidak pernah muncul, kami orang papua yang punya hak tanah-tanah yang di pakai oleh Negara, kami butuhkan uang karena kami mau rayakan natalan ini,”pungkas Karel Donatus Mahuze.(red)

 

 

News Feed