oleh

Bapak Presiden Jokowi Yang Terhormat : Kami Pemilik Lahan Yang Terkena Lahan Bandara Mopah Sudah 11 Tahun Belum ada Ganti Rugi Dari Pemerintah

Simson berdiri didepan plang nama yang menyatakan lahan 12,59 Ha yang terkena lahan Bandara Mopah Merauke, Sabtu (15/12/2019)

Beritatrends, Merauke – Menindaklanjuti pemberitaan Lahan Bandara Mopah Merauke Pembayaran Hak Ulayat Tanah Belum Terselesaikan : Pemilik Menuntut Haknya, hari ini Minggu (15/12/2019) pihak pemilik Hak Tanah Ulayat kirim Whatsapp ke Redaksi Beritatrends.com yang inti dari pesan Whatsapp tersebut Keluarga Besar Hak Milik Tanah Ulayat Simson Tiotra Mahuze memohon kepada pihak terkait yakni Pemerintah Kabupaten Merauke Papua dan Pemerintah Pusat yang berada di Jakarta.

Pemerintah Pusat saat sekarang dipimpin oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Makruf Amin agar bisa memikirkan nasib rakyatnya, yang tanahnya terkena banguan Lapangan Terbang Mopah sejak Tahun 2008 hinggga saat sekarang  akhir Tahun 2019 belum bisa terselesaikan atas haknya sebagai pemilik tanah.

Simson Tiotra Mahuze mengatakan, khusus hak tanahnya yang terkena Lapangan Terbang Mopah hingga saat ini memang belum dilakukan pemagaran tanah oleh pihak managemen bandara karena menyadari belum melakukan pembebasan atas hak tanah milik kami.

“Untuk ukuran luas tanah keluarga besar kami hanya seluas 12,59 ha, memang sebelumnya kami sekeluarga pernah minta bantuan Hukum lewat Bantuan Hukum Independen Papua untuk mengurusi hak atas tanah milik keluarga dengan permohonan yang sudah masuk ke Sekneg dan Kantor Sekretariatan Presiden,”ucap Simson.

salah satu peta lahan milik Simson

Lanjut Simson hak tanah Ulayat keluarga kami hanya 12,59 Ha, belum milik yang lain, ada yang tanah 12,50 ha tambah 5 ha dan tanah 60 ha juga belum terbayar, namun kami berharap bisa menyesesaikan punya kami dulu agar pihak pemerintah biar enteng untuk menyelesaikan permasalahan ini karena permasalahan ini sudah mencapai 11 tahun lamanya.

“Sesuai dengan kesepakatan keluarga besar kami, dari total lahan yang terkena Lapangan Terbang Mopah seluas 12,59 ha keluarga menuntut senilai Rp. 226 miliar,”ucap Simson.

Saya berdoa dengan pemberitaan ini semoga bisa langsung dibaca oleh Bapak Presiden Joko Widodo, terus terang Bapak Presiden Jokowi, Kami sekeluarga selalu mencintai dan mendukung Bapak dalam melaksanakan tugas mulia ini demi Bangsa dan Negara ini lebih maju dari sebelumnya dan semoga bapak selalu diberi kesehatan dan dilindung oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Namun begitu Bapak, saya dan keluarga besar mengharapakan atas kerelaan Bapak Presiden bisa membantu untuk kelancaran atas keluhan kami sekeluarga karena sudah 11 tahun kami menunggu atas ganti rugi Hak Tanah Ulayat seluas 12,59 ha bisa terselesaikan dalam waktu dekat ini.

“Kepada siapa lagi kami mengadu kalau bukan kepada Bapak selaku Pimpinan Tertinggi di Republik Indonesia ini,”harap Simson.

Lanjut Simson, mulai dari tahun 2008 sampai Tanggal 15 Desember 2019, masa pemilik tanah Adat Suku Marind yang tanahnya dipakai oleh Bandara Mopah Merauke hanya menjadi penonton, setia hari melihat pesawat turun naik tanpa diperhatikan oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat “Dimanakah ? Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sesuai Sila ke 5 dari Pancasila dan pemerataan bagi seluruh rakyat Indonesia,”pungkas Simson untuk mengakhiri Whatsappnya ke Redaksi Beritatrends.com. (Red)

 

News Feed