oleh

Lahan Bandara Mopah Merauke Pembayaran Hak Ulayat Tanah Belum Terselesaikan : Pemilik Menuntut Haknya

salah satu pemilik lahan yang di pergunakan Lahan Bandara Kelas 1 Mopah Simson Tiotra Mahuze, Sabtu (14/12/2019)

Beritatrends, Merauke – Masih tersendat dan belum clearnya pembayaran hak ulayat tanah Bandara Kelas 1 Mopah Merauke mengakibatkan sebagian lahan Bandara tersebut belum bisa dipagarkan.

Menurut keterangan salah satu pemilik lahan yang di pergunakan Lahan Bandara Kelas 1 Mopah Simson Tiotra Mahuze mengatakan via Whatsapp, Ini dari tanah 60 ha, belum semuanya dianggarkan.

Lanjut Simson, yang masih masalah Tanah 12,59 ha milik Simson Tiotra Mahuze, ke dua tanah 12,50 ha + 5 ha milik Karel Donatus Mahuze, dan ke tiga tanah 60 ha milik Fredek Blagaize, Yanwarius Watai Webze, Iginasius Bole Gebze dan Ahmad Waros Gebze.

“Jadi semua pemilik tanah Bandara Mopah Merauke Papua Selatan, sejak dari Tahun 2008 sampai Tahun 2019 Pemerintah Daerah Bahkan Pusat belum bayar sehinga masalah tanah Bandara Mopah Merauke belum bisa dipagar masih bolong 300 Meter dan ruang tunggu belum bisa diresmikan,”ucap Simson, Sabtu (14/12/2019)

Ruang tunggu hingga sampai saat sekarang belum diresmikan karena lahannya belum lunas

Kepala Seksi Teknik dan Operasi Kantor UPBU Kelas 1 Merauke, Agus Kurniawan, mengatakan, sejak tahun 2015-2019, pihaknya sudah menganggarkan dana untuk pembangunan pagar bandara yang masih tersisa 300 meter.

“Setaip tahun kami selalu menganggarkan untuk pagar di lahan yang belum ditutup. Tapi masalah tanah belum selesai sehingga belum bisa dilakukan,” jelasnya Agus (dilangsir dari Suara Merauke).

Terkait masalah tersebut, ia harapkan agar fasilitasi yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke segera ada titik terang agar pengerjaan pagar demi kemanan bandara dapat dilakukan.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal disekitar bandara agar ikut menjaga kemanan dan kenyamanan area penerbangan, baik orang, hewan atau barang tidak boleh melintas di runway (landasan pacu).

“Jadi masalah tanah ulayat ini sampai sekarang belum ada titik temunya. Sehingga dana yang kami anggarakan pembanguanan pagar dialihkan untuk pembangunan kantor,”pungkas Agus. (Red)

News Feed