oleh

Viral di Medsos, Wartawan Gadungan Peras Penambang Emas di Melawi

Beritatrends.com, Melawi (Kalbar) – Vidio dua orang oknum wartawan gadungan yang mengaku salah satu media online berinisial ( D ) dan (SD) viral di media sosial (WhatsApp), Selasa (2/12/2019).

Dalam vidio mereka terlihat mengunakan sepi boot 40 PK dan meminta uang ke Penambang Emas dengan dalih akan memperpanjang urusan jika tidak memberikan uang kepada mereka berdua.

Nampak dalam 2 video yang beredar, terlihat masyarakat dengan tegas menolak memberikan uang yang diminta oleh kedua oknum tersebut, dan menyuruh kedua orang tersebut pergi.

Kedua Oknum wartawan tersebut dari sungai Melawi Nanga Pinoh menuju ke Kecamatan Ella Hilir mendatangi para pekerja emas tanpa izin PETI di sungai Melawi. Oknum mengaku wartawan meminta sejumlah uang kepada para penambang emas tampa izin di sungai Melawi .

Ancaman oknum terdengar dalam rekaman vidio,”Jika para penambang tidak memberi uang, ini akan diperpanjangkan dan bakal ada penangkapan lagi,” kata kedua oknum tersebut kepada masyarakat.

Kejadian ini menjadi sangat viral di medsos, Hal ini banyak diperbincangkan masyarakat Melawi di media sosial. Terlebih para Wartawan di Kabupaten Melawi yang tidak membenarkan hal seperti itu.

Hal ini tentunya, sangat menyakiti dan membuat malu para insan pers di Kabupaten Melawi yang dikenal sangat konsisten bekerja sama dengan Pemerintah daerah Melawi hingga Institusi lainnya yang ada di Melawi dalam memberikan informasi kepada masyarakat untuk mencerdaskan serta memberikan wawasan sedetail mungkin peristiwa yang terjadi di Kabupaten Melawi.

Tentunya dengan kejadian ini, kedua Oknum wartawan kaleng-kaleng itu sudah sangat Mencoreng Nama baik wartawan di Kabupaten Melawi.

Awak MEDIA saat hubungi yang beredar di salah satu group Whatsapp melakukan komunikasi kepada salah satu anggota group whatsapp ” Suara Rakyat Melawi, yang pertama kali memiralkan tersebut melalui chat whatsapp mengatakan pada awak MEDIA saat di hubungi dirinya mendapatkan imformasi tersebut dari salah satu keluarganya yang bekerja di salah satu lokasi penambangan emas tanpa izin di Kecamatan Ella Hilir,bahwa benar informasi yang dirinya dapat ,ada dua oknum wartawan yang menggaku wartawan mendatangi para pekerja mengunakan satu buah (speed boot 40 PK).

Kedua oknum wartawan tersebut meminta sejumlah uang kepada para penambang emas dan jika tidak terpenuhi akan diperpanjang serta akan ada penangkapan lagi ancam kedua oknum wartawan tersebut para pekerja emas.

Informasi yang saya viralkan di salah satu group WhatsApp suara rakyat Melawi tersebut.”saya dapatkan dari salah satu keluarga saya di kecamatan Ella Hilir yang berkerja di Penambangan Emas Tampa Izin , di salah satu lokasi di Kecamatan Ella Hilir,bahkan saya siap membuktikan kedua oknum tersebut yang berinisial D dan SD,” Pungkasnya saat dikomfirmasi awak Media lewat telpon membenarkan kejadian.

Selain itu dirinya juga menegaskan, pekerja menambang emas tampa izin merupakan perkerjaan yang melanggar hukum, sekali pun demi memenuhi kebutuhan hidup untuk keluarganya.

Para pekerja yang beresiko terhadap aparat hukum di kejar kejar pihak hukum, namun penambang tetap di tekuni karena tidak ada alternatif kerja lain yang dapat menujang perekonomian rumah tangga merek, sementara mereka bekerja di tanah milik sendiri dan dengan rela kebun karet di jadi kan areal tambang emas tanpah izin, menggingat harga karet tidak kunjung naik.

Bagaimana kami dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan harga karet yang murah.”Kami mohon solusi kepada pemerintah daerah terutama Bupati Melawi bersama Dewan dan Penegak Hukum agar kami para penambang dapat bekerja di bawah payung hukum yang jelas”.saat di hubungi awak media

Salah satu warga Ela Hilir bernama Parjo saat di komfirmasi mengatakan viralnya di medsos tentang dua oknum wartawan yang meminta duit pada pekerja tambang emas memang terjadi.

Menggingat peran para wartawan adalah fungsi kontrol di masyarakat dan pemerintah. Sebenarnya wartawan bisa menjadi pilar untuk jembatan masyarakat kepada para pemangku kepentingan yaitu pemerintah daerah dan para anggota DPRD.

Guna mendesak Pemerintah dan DPRD Membuat PERDA Izin Pertambang Rakyat.
Salah Satu Fungsi media adalah sebagai kontrol sosial di masyarakat, bukan malah memanfaatkan kesalahan masyarakat.

Masyarakat meminta pada Bupati Dan DPRD untuk membuat PERDA Izin Pertambangan Rakyat. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed