oleh

Peduli Kesehatan, UM Abdikan Peningkatan Kesehatan Pekerja Sampah Kota Malang

saat kegiatan buat masyarakat

Beritatrends, Malang – Kini keberadaan sampah di Kota Malang mencapai 600 ton tiap hari. Dalam 5 tahun ke depan, TPA Tlekung di Kota Malang diperkirakan tidak dapat menampung sampah lagi. Keberadaan sampah ini tidak dapat dihindari oleh masyarakat. Umumnya masyarakat membuang sampah di tempat sampah, maka pekerjaan memungut sampah dari perumahan masyarakat tidak boleh dianggap remeh. Pada dasarnya, pekerjaan memungut sampah merupakan bagian dari program pemerintah Kota Malang dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana kesehatan dari para pekerja tersebut?

Pentingnya kesehatan bagi para pekerja memungut sampah di Kota Malang, Yudhi dari Kimia UM Bersama tim berinisiatif untuk mengadakan kegiatan peningkatan kesehatan para pekerja memungut sampah. Kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi tugas tri dharma perguruan tinggi yakni untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Yudhi menuturkan, “kegiatan pengabdian masyarakat masih kami inisiasi di Kota Malang, nantinya, setelah hasil evaluasi, ada kemungkinan kegiatan kami lanjutkan untuk daerah Kabupaten Malang, dan sekitarnya, Harapannya kegiatan kami dapat mengilhami kalangan akademis untuk peduli akan kesehatan para pemungut sampah”.

Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan pada tanggal 23 November 2019 yang bertempat di TPA jalan Mayjen panjaitan alias Betek, Kota Malang. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan dr. Agung sebagai ahli kesehatan dibantu dengan Mahasiswa Kimia UM dan salah satu IKM di Kota Malang.

Tentunya, persiapan kegiatan ini 2 bulan yang lalu melalui pengusulan dana PNBP di UM. Dengan dana tersebut, pengabdian dialokasikan untuk masyarakat berupa edukasi, tes kesehatan, dan segala hal yang bersangkutan dengan kegiatan tersebut.

“Melihat hasil tes kesehatan para pekerja sampah, kami dapatkan informasi bahawasanya kesehatan para pekerja sampah penting untuk ditingkatkan melalui edukasi. Kita sadari, para pekerja setiap harinya berinteraksi dengan sampah yang bisa dikatakan banyak mengandung sumber penyakit, dan tinggal bagaimana mereka dapat menyikapinya agar tetap sehat” tutur Dhita sebagai angota pengabdi.

Nurna memaparkan, “kegiatan ini memiliki dampak positif dimana telah terjadi hubungan yang baik antara kalangan akademisi dan masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasakan hasil pengembangan pengetahuan dari perguruan tinggi secara nyata. Harapannya, kegiatan ini dapat ditingkatkan dan lebih intensif lagi.”

Pengabdian kepada masyarakat:
Ketua : Dr. Yudhi Utomo, M.Si
Anggota: Dhita, Nurna dan IKM nya, serta Mahasiswa Kimia UM
Co-operate: dr. Agung
Penulis: Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Malang

News Feed