oleh

OPD Harus Sinergi Ciptakan Potensi PAD

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Madiun, Indra Setyawan menjelaskan tentang perlunya sinergisitas OPD untuk menaikkan pendapatan asli daerah Kabupaten Madiun.

MADIUN, BERITATRENDS—Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Madiun, Indra Setyawan menyatakan seluruh organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Madiun harus bersinergi untuk menciptakan potensi pendapatan asli daerah. Langkah itu penting dilakukan agar pendapatan asli daerah Kabupaten Madiun makin terus naik setiap tahunnya.
“Sinergisitas antar OPD menjadi penting. Karena tidak menciptakan potensi. Potensi itu muncul dari OPD-OPD teknis,” ujar Indra kepada Beritatrends.com, Selasa (3/12/2019) siang

Indra mengatakan saat pembahasan APBD 2020 sudah ada komitmen untuk peningkatan PAD tidak bisa dilakukan sendirian . Untuk itu harus ada sinergisitas antar OPD dilingkup Pemkab Madiun.

Ia mencontohkan Dinas Lingkungan Hidup menganggarkan untuk pembangunan ruang terbuka hijau. Harapannya setelah RTH dibuka ada tempat untuk pedagang kaki lima berjualan dan tempat untuk dibuat papan reklame sehingga menjadi daya ungkit.
Indra menambahkan PAD tidak bisa hanya tertuju pada pajak dan retribusi. Apalagi pajak dan retribusi orientasinya bukan provit namun peningkatan pelayanan.“Kalau kita naikkan tarif pajak dan retribusi maka akan membebani masyarakat,” kata Indra.

Wisata Madiun Umbul Square menjadi salah satu andalan Pemkab Madiun menaikkan pendapatan asli daerah dengan inovasi terus berkelanjutan.

 

Namun bila pelayanan terus ditingkatkan maka akan menimbulkan banyak daya ungkit. Ia mencontohkan bila Dinas PUPR membangun jalan maka otomatis NJOP akan naik.

“Kalau bangun jembatan maka warga akan mendapatkan kemudahan akses sehingga bisa mendongkrak ekonomi naik. Kalau ekonomi warga naik maka pungutan pajak dan retribusi akan lebih mudah,” ungkap Indra.

Tak hanya OPD, Indra mengatakan BUMD seperti PDAM, BPR dan Umbul Square bisa membantu mendongkrak PAD Kabupaten Madiun. Ketiga BUMD harus terus berinovasi agar bisa menimbulkan daya ungkit sehingga membantu PAD Kabupaten Madiun terus bertambah.

Selain sinergisitas OPD, kata Indra, Bappenda juga membuat terobosan untuk peningkatan PAD. Salah satunya memasang sistem yang terintegrasi antara BPN, Bank Jatim dan KPP Pratama. Selain itu pemasangan tapping box yang difasilitasi Bank Jatim untuk peningkatan pendapatan dari pajak restoran.

“Untuk transparasi PAD sesuai saran KPK, kami sudah memakai sistem yang terintegrasi antara BPN, Bank Jatim, KPP Pratama. Termasuk pemasangan tapping box di restoran untuk peningkatan PAD pajak restoran yang difasilitasi Bank Jatim selaku bank mitra pemerintah,” jelas Indra.

Ia mengatakan kalau hanya mengandalkan PBB, hotel dan pajak restoran maka tidak akan mampu banyak mendongkrak kenaikan PAD. Kabupaten Madiun memiliki daerah yang sejuk. Maka pariwisata menjadi pilihan potensi kegiatan yang mampu mendongkrak pendapatan asli daerah . “Kalau ada pariwisata yang bagus maka akan muncul hotel hingga rumah makan,” kata Indra.

Indra mengatakan pendapatan asli daerah dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Tahun 2018 PAD mencapai 200-an milyar, 2019 target PAD Rp 209 milyar sedangkan tahun 2020 target PADnya mencapai Rp 219. (MAL)

News Feed