oleh

Revisi RTRW Kabupaten Madiun Selesai Akhir Tahun 2020

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Madiun, Dedy Suryadi (tengah) mengikuti jalannya FGD laporan akhir revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun di Aula Disperindag Kabupaten Madiun, Kamis (28/11/2019).

MADIUN, BERITATRENDS–Revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun diperkirakan akan selesai akhir tahun 2020. Saat ini proses revisi RTRW Kabupaten Madiun 2009-2029 menjadi 2020-2040 sudah memasuki tahap laporan akhir.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Madiun, Dedy Suryadi disela-sela FGD laporan akhir revisi RTRW, Kamis (28/11/2019) mengatakan laporan akhir menyampaikan tentang berbagai hal. Pertama terkait kondisi wilayah yang menjelaskan tentang potensi masalah.

“Kedua tentang tujuan kebijakan strategi penataan ruang, ketiga konsep pengembangan wilayah, keempat, rencana struktur ruang, kelima rencana pola ruang dan keenam tentang rencana kawasan strategis,” kata Dedy.

Perwakilan Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional UGM, Muhammad Sani Roychansyah memaparkan materi laporan akhir revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun di Aula Disperindag Kabupaten Madiun, Kamis (28/11/2019).

 

Ia mengatakan tujuan revisi RTRW yakni tersedianya rencana tata ruang wilayah Kabupaten Madiun yang implementatif, sesuai dengan dinamika pembangunan internal-eksternal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.
Menurut Dedy, sebelum masuk tahapan laporan akhir, tim sudah membuat laporan pendahuluan, laporan antara hingga konsultasi publik. Dari laporan akhir sudah mengarah konsep pengembangan Kota Caruban.

“Jadi untuk pengembangan Kota Caruban tidak bisa hanya di dalam Caruban saja. Pengembangannya harus mulai dari Dumpil. Untuk itu magnetnya Dumpil harus diarahkan ke Caruban untuk memperbesar Kota Caruban,” jelas Dedy.

Dedy mengatakan kalau pengembangan ibu kota Kabupaten Madiun dari Kota Caruban saja maka tidak akan kuat karena penduduknya sedikit. Pasalnya jumlah penduduk berpengaruh untuk pengembangan sebuah kota ibukota. “Jumlah penduduk terkait daya beli masyarakat hingga industri yang berada di wilayah Kota Caruban,” kata Dedy.

Tak hanya itu, pesatnya pengembangan Kota Caruban juga didukung tol yang melewati wilayah Kabupaten Madiun. Untuk itu dalam RTRW yang baru disebutkan terdapat tiga pintu tol yang masuk Kota Caruban terdapat tiga titik yakni Dumpil, Saradan dan Muneng.

Peserta dari perwakilan organisasi perangkat daerah lingkup Pemkab Madiun mengikuti FGD laporan akhir revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun di Aula Disperindag Kabupaten Madiun, Kamis (28/11/2019).

 

Bagi Dedy, pintu tol menjadi salah satu hal yang strategis untuk pengembangan kota. Apalagi keberadaan pintu tol di Kabupaten Madiun juga dimanfaatkan kabupaten tetangga seperti Bojonegoro. “Warga Bojonegoro setelah keluar pintu tol akan melewati Klino, Klangon, Pajaran dan Saradan kemudian Kecamatan Sekar,” jelas Dedy.

Bahkan saat konsultasi publik sudah terjadi kesepakatan peningkatan status jalan menuju Bojonegoro menjadi jalan propinsi seperti dari Klangon ke Lemahbang. Dari Bojonegoro nanti juga akan mengusulkan hal yang sama.

Setelah laporan akhir tahapan berikutnya persetujuan substansi ke Gubernur Jawa Timur. Prosesnya dibahas di Pemprop Jatim dengan melibatkan lintas sektor. Setelah Gubernur Jatim memberikan persetujuan substansi selanjutnya diproses untuk mendapatkan persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Di Kementerian ATR juga dibahas lintas sectoral. Kalau di Kementerian ATR sudah memberikan persetujuan substansi kemudian dihabas di DPRD Kabupaten selanjutnya baru ditetapkan Perda RTRWbaru.
Ia berharap persetujuan substansi di Pemprop Jatim dan Kementerian ATR sudah selesai semester awal tahun anggaran 2020. Selanjutnya dibahas di DPRD Kabupaten Madiun sehingga selesai pembahasannya semester dua tahun anggaran 2020. “Tahun 2021 sudah dilaksanakan karena sudah disahkan,” demikian Dedy. (MAL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed