oleh

Pasukan Destana dan Kelakar Bantu DAD Bersihkan Puing Rumah Adat Dayak

saat melakukan pembersihan puing

Beritatrends, Mempawah Hulu Landak – Robohnya rumah adat suku dayak menimbulkan rasa prihatin di kalangan masyarakat.

Sebagai masyarakat adat dan masyarakat yang menghormati budaya leluhurnya tentu hal ini menjadi sebuah beban moral yang sangat tinggi bagi masyarakat setempat.

Rumah Adat Suku Dayak roboh, adalah sebuah rasa prihatin yang di timbulkan untuk mengingatkan masyarakat serta para pejabat dan pemerintah agar mempunyai rasa tanggung jawab untuk berpikir dan mengambil sikap demi terpeliharanya adat dan budaya para leluhurnya serta sebagai bentuk kepedulian terhadap jeritan rakyat.

Melihat kondisi rumah adat yang sudah roboh tanpa menunggu bantuan pihak pemerintah setempat, maka masyarakat berinisiatif untuk lakukan pembersihan rumah adat dari puing-puing.

Partisipasi yang tinggi dan kebersamaan bernuansa kekeluargaan yang sangat akrab dengan terbukti melibatkan beberapa suku seperti suku melayu, jawa dan suku dayak ikut dalam kegiatan ini serta organisasi masyarakat yang ada pun tidak ketinggalan.

Lebih menarik lagi orang nomor satu di Kecamatan Mempawah Hulu PAOILIP, S.Pd., sebagai Camat juga ikut terlibat dalam kegiatan ini, berbaur dan ikut serta untuk bekerja bersama masyarakat.

Ketua DAD Mempawah Hulu YULIUS RAONI, S.Sos. mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai bentuk langkah awal untuk kita lakukan sebuah misi untuk membangun kembali dan juga ini adalah bentuk dukungan masyarakat untuk memelihara kearifan lokal serta mempertahankan warisan leluhur dayak agar tetap terpelihara dengan baik dan tidak mudah punah. “Adat dan budaya adalah bagian dari kekayaan intelektual suku bangsa Indonesia yang patut kita pelihara demi mempertahankan jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tambah Yulius Raoni, mengatakan kami juga berharap atas kerja sama masyarakat dan perhatian pemerintah. “Kita rencanakan pada tahun 2020 yang akan datang segera kita bangun kembali rumah adat ini dengan konsep permanen,” harapnya.

Kegiatan ini di hadiri, berjumlah 32 orang yang tergabung diantaranya Pasukan Desa Tanggap Bencana, Kelompok Pemadam Kebakaran Desa Karangan, Serta Beberapa Temenggung, Pengurus Adat, serta Pencinta Seni, Yulianus Raoni,S,Sos, ketua Dewan Adat Dayak Kec. Mempawah Hulu, Camat Mempawah Hulu Paolip, Spd yang juga Pembina Pasukan Kelakar.

Kegiatan di awali Ritual Nyangahatn Lontos, selanjutnya pembongkaran lakukan bersama hingga selesai. Selanjutnya pengangkut materilal kayu Ulin dampak bencana akan di simpan ke rumah Ketua DAD, Yulianus Raoni.

“Kemudian kita akan bentuk Panitia pembangunan Rumah Adat, Tanah seluas 1 hektar lebih sudah ada SKT. Ini milik Masyarakat Mempawah Hulu, terima kasih kepada semua fihak atas partisifasinya. Semoga lancar sesuai rencana,”pungkas mantan DPRD Kabupaten landak  dari Golkar(Dominikus tolek)

News Feed