oleh

Dumpil dan TOL Jadi Pendukung Pengembangan Kota Caruban

Keberadaan ruas jalan TOL yang masuk ke Kabupaten Madiun memiliki peran untuk pengembangan Kota Caruban sebagai ibu kota Kabupaten Madiun.

 

MADIUN, BERITATRENDS–Pengembangan ibu kota Kabupaten Madiun tidak hanya dilakukan dari dalam Kota Caruban saja. Salah satunya, wilayah Dumpil harus dikembangkan untuk bisa memperbesar daya magnet Kota Caruban.
“Jadi untuk pengembangan Kota Caruban tidak bisa hanya di dalam Caruban saja. Pengembangannya harus mulai dari Dumpil. Untuk itu magnetnya Dumpil harus diarahkan ke Caruban untuk memperbesar Kota Caruban,” kata Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Madiun, Dedy Suryadi disela-sela FGD laporan akhir revisi RTRW, Kamis (28/11/2019).

Bagi Dedy, kalau pengembangan ibu kota Kabupaten Madiun dari Kota Caruban saja maka tidak akan kuat karena jumlah penduduknya sedikit. Apalagi jumlah penduduk berpengaruh untuk pengembangan sebuah kota ibukota terkait daya beli masyarakat hingga pengembangan industri.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Madiun, Dedy Suryadi (tengah) menjelaskan tentang peran Dumpil di Tol yang mendukung perkembangan Kota Caruban sebagai ibu kota Kabupaten Madiun.

 

Tak hanya itu, pesatnya pengembangan Kota Caruban juga didukung tol yang melewati wilayah Kabupaten Madiun. Untuk itu dalam RTRW yang baru disebutkan terdapat tiga pintu tol yang masuk Kota Caruban terdapat tiga titik yakni Dumpil, Saradan dan Muneng.

Menurut Dedy, pintu tol menjadi salah satu hal yang strategis untuk pengembangan kota. Apalagi keberadaan pintu tol di Kabupaten Madiun juga dimanfaatkan kabupaten tetangga seperti Bojonegoro.

Ia mencontohkan warga Bojonegoro setelah keluar pintu tol akan melewati Klino, Klangon, Pajaran dan Saradan kemudian Kecamatan Sekar. Bahkan saat konsultasi publik sudah terjadi kesepakatan peningkatan status jalan menuju Bojonegoro menjadi jalan propinsi seperti dari Klangon ke Lemahbang. “Dari Bojonegoro nanti juga akan mengusulkan hal yang sama,” ungkap Dedy.

Pusat pemerintahan Kabupaten Madiun yang memiliki fasilitas alun-alun di Kota Caruban sering dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai acara skala besar yang dihadiri ribuan warga.

 

Ia menambahkan posisi Dumpil yang menjadi wilayah pendukung pengembangan Kota Caruban sudah masuk dalam revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun yang diperkirakan selesai akhir tahun 2020. Saat ini proses revisi RTRW Kabupaten Madiun 2009-2029 menjadi 2020-2040 sudah memasuki tahap laporan akhir.

Setelah laporan akhir tahapan berikutnya persetujuan substansi ke Gubernur Jawa Timur dilanjutkan dengan persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). “Kalau di Kementerian ATR sudah memberikan persetujuan substansi kemudian dibahas di DPRD untuk ditetapkan sebagai Perda RTRW Kabupaten Madiun 2020-2040,” demikian Dedy. (MAL/ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed