oleh

DPMPTSP Madiun Gelar Forum Bisnis Pengembangan Investasi Menuju Industri 4.0

Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Agung Budiarto memberikan sambutan pada  forum bisnis pengembangan investasi di Kabupaten Madiun menuju revolusi industri 4.0 di Hotel Aston Madiun, Kamis (28/11/2019).

MADIUN, BERITATRENDS—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun menggelar forum bisnis pengembangan investasi di Kabupaten Madiun menuju revolusi industri 4.0 di Hotel Aston Madiun, Kamis (28/11/2019).

Forum yang digelar Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Madiun mengundang sejumlah pengusaha yang sukses berbisnis di Kabupaten Madiun. Tak hanya itu, DPMPTSP Kabupaten Madiun juga mengundang investor-investor besar yang sementara menanamkan modalnya di Kabupaten Madiun.

“Forum ini kami gelar untuk mendapatkan masukan bagaimana bisa berbisnis kompetitif di Kabupaten Madiun. Dan bagaimana pengusaha bisa mengembangkan investasinya di Kabupaten Madiun lancar,” kata Kepala Bidang Penanaman DPMPTSP Kabupaten Madiun, Agung Budiarto saat membuka forum tersebut.

Pengusaha dan investor sementara menyimak materi dalam kegiatan forum bisnis pengembangan investasi di Kabupaten Madiun menuju revolusi industri 4.0 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun di Hotel Aston Madiun, Kamis (28/11/2019).

 

Menurut Agung, kedepan pebisnis harus saling bersinergi untuk memajukan Kabupaten Madiun yang lebih baik. Apalagi saat ini bisnis sekarang tidak bisa terlepas informasi dan teknologi. “Makanya saya menggelar forum pengembangan investasi di Kabupaten Madiun menuju industri 4.0,” ujar Agung.

Dari forum ini, kata Agung, peserta akan mengeluarkan ide-ide dan gagasan bagaimana berbisnis di Kabupaten Madiun bisa kompetitif. Pasalnya banyak pengusaha di Kabupaten Madiun yang merasa sakit setelah dikalahkan oleh competitor dadakan.
Ia mencontohkan pengusaha memiliki usaha mrancang yang ramai. Nmun setelah adanya toko modern kalah. Padahal pemerintah tidak  boleh melarang keberadaan toko modern. “Untuk itu bagaimana menjadi pengusaha yang tangguh,” jelas Agung.

Sementara itu Judy Poerwoko, perwakilan Kadin Jawa Timur mengatakan ada tujuh potensi investasi yang perlu dikembangkan di Kabupaten Madiun. Ketujuh potensi itu yakni pembangunan hotel bintang lima, pusat perbelanjaan/mall, restoran dan kuliner, gedung perkantoran, kawasan industri, industri kreatif, pariwisata dan wisata alam.
Khusus untuk investor yang akan membangun pusat perbelanjaan atau mall, Judy mengingatkan investor harus memperhatikan lahan parkir.  Pasalnya, luasnya parkir kendaraan sering menjadi pertimbangan warga untuk mengunjungi mall.

Perwakilan Kadin Jawa Timur, Judy Poerwoko memberikan materi tentang potensi investasi di Kabupaten Madun dalam acara forum bisnis pengembangan investasi di Kabupaten Madiun menuju revolusi industri 4.0 di Hotel Aston Madiun, Kamis (28/11/2019).

 

Sementara untuk pembangunan hotel, Judy memberikan ide agar membangun hotel ditengah hutan. Hanya saja pembangunan yang berada di lahan perhutani sering mendapatkan kendala terkait persoalan ijin. Padahal keberadaan hotel bintang ditengah hutan akan menarik minat pelancong menginap di hotel unik tersebut.

Untuk kuliner, Judy mengusulkan agar Kabupaten Madiun memiliki kuliner khas selain nasi pecel. Ia mencontohkan nasi jagung dan nasi goreng jagung khas mataraman menjadi salah satu menu sehat yang dilirik banyak pecinta kuliner.

Namun untuk melabeli nasi goreng jagung khas Madiun citarasanya harus diolah sedemikian rupa. Dengan demikian, penjaja kuliner akan ketagihan dan terus membeli nasi goreng jagung bila berada di Kabupaten Madiun.

Suasana forum bisnis pengembangan investasi di Kabupaten Madiun menuju revolusi industri 4.0 yang berlangsung di Hotel Aston Madiun, Kamis (28/11/2019).

 

Sementara itu terkait kawasan industri, Judy berpesan kawasan industri milik Pemkab Madiun harus dipromosikan. Namun promosi itu harus didukung dengan sarana yang ada di kawasan industri seperti amdal, listrik dan air.

Ia menambahkan di era revolusi 4.0 teknologi maka banyak perusahaan yang menerapkan sistem peralatan kerja dengan teknologi digitilasiasi dan otomatisasi. Untuk itu seluruh tenaga kerja kedepan harus memiliki sertifikasi. (MAL)

News Feed