oleh

Mediasi Sengketa Tanah Simpang Pinoh

saat mediasi

Beritatrends, Sintang – Kasus penguasaan tanah di jalan sintang-nanga pinoh, antara Pak Suharman dan Pak Arif susanto terus berlanjut, pasalnya tanah yang di beli oleh saudara Arif dari Agustini pada tahun 2010, ternyata masih milik pak Suharman warga dusun Pandan Desa Sungai Ukoi, dan mediasi kedua belah pihak ini berlangsung di kantor Desa Sungai Ukoi, kecamatan sungai tebelian yang di pimpin langsung oleh kepala Desa Sungai Ukoi Sebastian Jaba dan dihadiri kedua belah pihak dan disaksikan oleh tokoh adat, perangkat desa, dan dari masing-masing perwakilan, pada Kamis, (28/11/2019)

Menurut Arif Susanto warga kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau ini menjelaskan krologis kepemilikan tanah tersebut bahwa, pada tahun 2010 dirinya telah membeli tanah bersertifikat atas nama Syamsudin Hamid dan Agustini dengan sertifikat tahun 1982, dari Agustini dan Julian Ramadana, yang merupakan ahli waris dari Syamsudin Hamid, dan kemudian Arif Susanto pada tahun 2010, mengajukan balik nama sertifikat ke BPN atas nama dirinya, dan pada tahun itu juga yaitu 2010, memasang patok batas-batas tanah, dan yang ikut serta dalam penunjukan lokasi tanah yaitu Agustini dan Julian Ramadana, jelas Arif

Sementara FA Suharman warga Dusun Pandan Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang, merasa dirinya berhak atas tanah yang dikuasai Saudara Arif Susanto tersebut, karena sesuai dengan penunjukan orang tuanya, dan sudah berladang turun temurun di lokasi tersebut, dan rumahnya juga memang disitu, serta juga orang tuanya merasa tidak pernah menjual atau mengalihkan tanah kepada orang lain, apalagi menjualnya, maka atas dasar itulah, tanah tersebut tetap dikelola, sampai saat ini, serta juga ada SKT yang diterbitkan oleh kepala kampung no. 593/185/KS/A/1983 tgl 25 april 1982, jelas Suharman.

Sementara mantan Kepala kampung tahun 1980 sampai 1996, pak Buhari juga mengatakan tidak kenal dengan nama Syamsudin Hamid dan Agustini, karena bukan warga desa Sungai Ukoi, dan mempertanyakan kenapa bisa buat sertifikat di desa kami, jelas Buhari, dan di timpal oleh mantan kepala Desa Sungai Ukoi periode 1997-2004, Pak Ramli juga membenarkan bahwa, tidak ada nama warga tersebut, serta juga menjelaskan bahwa kami warga asli sangat hapal dengan warga, maupun yang memiliki tanah, jelas Ramli.

Tinus Yai tokoh masyarakat Desa Sungai Ukoi meminta kedua belah pihak musyawarah kekeluargaan, agar permasalahan ini mendapatkan jalan keluarnya, supaya di kemudian hari jika ingin mengelola tanah tersebut, statusnya jelas dan tidak ada gugatan, kecuali sudah tidak bisa diselesaikan, lebih baik menempuh jalur hukum, jelas Yai.

Kepala Desa Sungai Ukoi Sebastian Jaba meminta kedua belah pihak yang bersengketa, agar menyelesaikan kasus ini dengan arif dan bijaksana, serta mampu menunjukkan bukti-bukti otentik, sebagai pendukung hak atas tanah tersebut, juga kami selaku aparatur pemerintahan desa, meminta pihak-pihak yang bersengketa saling bertemu secara pribadi, agar penyelesaian masalah ini bisa berjalan dengan lancar, dan kalau memang sudah buntu, hanya satu jalan yaitu proses di pengadilan, ungkap Jaba. (nus)

News Feed