oleh

Kemarau Panjang di Mojokerto,MUI Kecamatan Kutorejo Gelar Shalat Minta Hujan

Situasi jamaah,saat shalat Istisqo atau shalat minta hujan (ft:exklusif/Ramil Kutorejo/susilo/beritatrends.com)

Beritatrends, Mojokerto – Majelis Ulama Indonesia(MUI)Kecamatan Kutorejo,Kabupaten Mojokerto menggelar shalat Istisqo’ atau sholat minta hujan turun,Selasa pagi sekira pukul 8:00 Wib,(26/11/2019).

Hadir dalam giat Sholat Istiqo’ yang dilaksanakan di lapangan Desa Kutorejo,Kecamatan Kutorejo antara lain,Plh. Danramil 0815/13 Kutorejo Kapt.Inf Benny Irawan beserta anggota,Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Khoirul Fattah,Para staf dan ASN dari kecamatan Kutorejo,Ketua PC NU Kecamatan Kutorejo KH. Shoheh Rodly,Ketua MWC NU Kecamatan Kutorejo KH. Ismail Rois,Perwakilan anggota dari Polsek Kutorejo,Perwakilan para guru se-Kecamatan Kutorejo,Para Siswa-siswi MTS di bawah naungan Nahdlatul Ulama Kecamatan Kutorejo,Para Jama’ah NU dari tiap-tiap ranting NU se-kecamatan Kutorejo dan Warga sekitaran desa Kutorejo.

Sebelum sholat Istisqo’ dimulai Ketua MUI Kecamatan Kutorejo, KH. Shoheh Rodly memberikan sambutan bahwa, tujuan dilaksankan sholat istisqo’ adalah dalam rangka meminta hujan kepada Alloh SWT karena di beberapa wilayah mengalami kekeringan.

“Kita meminta hujan yang barokah bukan yang membawa bencana,” jelasnya.

Danramil Kutorejo Kapten Beny dan para jamaah mendengarkan dengan khusuk khotbah shalat Istisqo

 

KH. Shoheh Rodly menuturkan,Sholat istisqo’ merupakan sholat untuk meminta kepada Alloh SWT,agar diberi siraman kesejukan yaitu hujan yang membawa berkah.

“Dalam melaksanakan sholat istisqo’ para jamaah harus senantiasa melakukan dengan cara ikhlas dan berpakaian bersih,” tutur KH.Sholeh(26/11).

Pelaksanaan Sholat Istisqo’ dua rakaat dengan Imam Ketua MWC NU Kecamatan Kutorejo KH. Ismail Rois berjalan dengan khimat dan khusuk.

Selesai sholat istisqo dilanjutkan ceramah /khutbah Ketua MWC NU Kecamatan Kutorejo KH. Ismail Rois.

Dalam kotbahnya,KH Ismail mengatan dalam sholat Istisqo, khotib disunnahkan memperbanyak doa. Ketika khatib membaca secara lantang, maka jamaah Shalat Istisqa’ mengamininya. Dalam membaca doa, khotib juga dianjurkan untuk bertawasul, khatib disunnahkan memperbanyak membaca istighfar.

KH.Ismail menuturkan,pada prinsipnya, syarat dan rukun khutbah Shalat Istisqa sama saja dengan syarat dan rukun khutbah Jumat dan Shalat ld. Artinya, sejauh syarat dan rukun khutbahnya terpenuhi, maka khutbah Shalat Istisqa tetap sah.

“Sholat istisqa’ ini kita lakukan bertujuan meminta hujan kepada Allah SWT. Agar segera diberi siraman Dan keberkahan dari Allah SWT supaya bisa memenuhi krbutuhan makhluk hidup yang berada di dunia,”tuturnya.(sus)

News Feed