oleh

Kota Caruban Makin Berkembang, Dinas PUPR Kabupaten Madiun Bangun Jalan Lingkungan

Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto dan Kepala DInas PUPR Kabupaten Madiun, Arnowo Widjaja bersama tim mengecek kemajuan pembangunan jalan lingkungan di Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kota Caruban beberapa waktu lalu.

 

MADIUN, BERITATRENDS—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun mulai membangun jalan lingkungan di ibu kota Kabupaten Madiun menyusul makin berkembangnya Kota Caruban. Kehadiran jalan lingkungan di Kota Caruban diperlukan agar mobilitas warga dan kendaraan di ibu kota Kabupaten Madiun nyaman dan lancar.

Kepala Seksi Infrastruktur Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, Nur Basuki kepada Beritatrends.com, Senin (25/11/2019) pagi mengatakan pembangunan jalan lingkungan di Kota Caruban sudah mulai dirintis beberapa tahun terakhir. Tahun ini, DInas PUPR Kabupaten Madiun membangun jalan lingkungan di tiga titik di Kota Caruban.

“Tahun ini tiga lokasi di kelurahan di Kota Caruban seperti di Pandean, Krajan dan Bangunsari,” kata Nur.

Nur mengatakan pembangunan jalan lingkungan di Kota Caruban banyak dilakukan di gang-gang yang padat pemukiman warga. Langkah itu dilakukan agar kenyamanan warga tinggal di lingkup perkotaan makin nyaman.

Kepala Seksi Infrastruktur Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, Nur Basuki menjelaskan tentang perencanaan pembangunan jalan lingkungan dan drainase lingkungan Kota Caruban.

 

Hanya saja, kata Nur, saat ini permasalahan dihadapi masyarakat sudah nyaman dengan posisi sekarang. Padahal dilihat dari ketersediaan saranan dan prasarana dengan pertambangan jumlah penduduk, mobilisasi sebenarnya perlu pembenahan jalan-jalan di gang.
Nur mengatakan persoalan yang dihadapi pada pembangunan jalan lingkungan berupa lebar jalan tidak dibisa dilebarkan karena posisi sudah padat dan dipemukiman. Padahal dari sisi infrastruktur harus dibenahi.

Untuk memberikan pengetahuan kepada warga di Kota Caruban, kata Nur, timnya menggelar sosialisasi dengan aparat di kelurahan dan masyarakat sendiri. Sosialisasi itu untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya jalan lingkungan kendati saat ini masih bisa bertahan dengan kondisi sekarang.

“Mereka merasa nyaman dengan kondisi saat ini. Padahal sebenarnya dari sisi daya dukung lingkungan maka lingkungan harus diperbaiki. Katakanlah drainase, genangan beberapa jam bisa hilang. Tetapi posisi air di dalam drainase tidak bisa terserap habis,” kata Nur.

Inilah salah satu pembangunan jalan lingkungan dan drainase lingkungan di Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kota Caruban.

 

Ia mencontohkan salah satu pembangunan ruas jalan di Kota Caruban yang terjadi tarik ulur sehingga membuat tim dari Dinas PUPR Kabupaten Madiun harus menunggu. Pasalnya bila dipaksakan akan terjadi gejolak di masyarakat.

“Saat itu karena posisi jalan lebar 1,5 meter maka kami buat pembenahan skalian salurannya tetapi tertutup. Sehingga lebar jalan masih dapat dan saluran dibenahi,” kata Nur.
Namun bila posisi jalan sudah sempit maka tidak mungkin dilakukan pembangunan jalan lingkungan dengan IRS. Dinas PUPR Kabupaten Madiun lebih memilih bahan ramah lingkungan dengan menggunakan paving.

Terkait pembangunan drainase lingkungan, Nur menjelaskan pihaknya menunggu database drainase Kota Caruban yang sementara digarap tim ITS. Namun sebelum data base ada, Dinas PUPR Kabupaten Madiun lebih banyak berkomunikasi dengan masyarkat untuk membangun drainase lingkungan. “Kami lebih banyak berkomunikasi dengan warga terkait pembuangan air kemana. Selanjutnya baru dibuat perencanaannya,” demikian Nur. (MAL).

News Feed