oleh

Petani Menjerit Histeris Pupuk Bersubsidi Langka di Kabupaten Bengkayang

Pupuk bersupsidi langka, Minggu (24/11/2019)

Betitatrends, Bengkayang Kalimantan Barat – Konflik Puput Subsidi mungkin enggak ada akhir ceritanya dan mungkin akan terus berkelanjutan dan hal ini juga bukan hal asing lagi ditelinga masyarakat luas khususnya di Kabupaten Bengkayang, petani sudah mulai merasakan dampak dari kelangkaan pupuk bersubsidi yang disalurkan oleh pemerintah pusat ke daerah kini sudah mulai langka didapatkan.

Sudah lewat musim bercocok tanam, masih juga pupuk subsidi mengalami kelangkaan, kekecewaan masyarakat sudah seharusnya menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah khusunya Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Minggu (24/11/2019).

Kekwatiran para petani tentunya saat ini terhadap hasil dari tanamannya khususnya padi akan sangat rentan sekali berkurang hasilnya, bahkan ini bisa dikatakan gagal panen, seperti apa yang diungkapkan oleh anggota LSM LIRA Bengakayang bung Marbun.

Pihaknya menyesalkan dengan adanya kelangkaan pupuk bersubsidi ini yang seharusnya tersalurkan kepada petani dari informasi yang saya dapatkan stock pupuk yang salurkan lagi dan lagi lari keperusahaan.

“Seharusnya hal ini jangan  sampai terjadi bukannya membuat petani sejahtra justru makin membuat petani jadi miskin, lalu kenapa perusahan yang diuntungkan sungguh sangat disayangkan sekali,”ucap Marbun.

Ditambahkan Ketua kelompok tani KWT KIO Kantang dengan alamat Rt. 10/05 Kelurahaan Sebalo Theresia Narti juga megungkapkan yang senada kelangkaan pupuk bersubsidi membuat petani mengeluh.

Ketika Anggota LSM LIRA menkonfirmasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang kata mereka stock pupuk cukup tetapi disisi lain patani merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk besubsidi.

“Dari informasi yang didapat dari para petani pupuk yang dikirim dari Pontianak lari langsung keperusahaan kenapa hal ini bisa dibiarkan begitu saja seharusnya petani lebih diprioritaskan,” ungkapnya.

Kepada Instansi terkait khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang untuk bisa terjun kelapangan langsung melihat kondisi petani saat ini jangan hanya sembunyi dibalik layar.

“Justru para petani harus diperhatikan juga bagaimana seandainya dengan para petani yang jauh – jauh datang dari kampung mengharapkan adanya pupuk bersubsidi tapi kenyataannya kosong blong tentunya akan sangat sedih dan memprihatinkan petani melarat perusahaan jadi buncit perut,”terangnya.

Dari pantauan dilapangan oleh awak media Beritatrends benar adanya pupuk yang bersubsidi di Kabupaten Bengkayang ternyata kosong dan langka disetiap gerai – gerai yang biasa menyalurkan.(RA).

News Feed