oleh

Ingin Jadi Milyader, Yuk Ikut Paket Wisata Porang

BELAJAR PORANG–Inilah situasi warga yang belajar budidaya porang di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

 

MADIUN,BERITATRENDS — Sukses cerita Paidi menjadi seorang milayader setelah budidaya tanaman porang berdampak pada kehidupan warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Selain banyak warga didesanya bertanam porang, Desa Kepel kini tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan dari luar daerah Kabupaten Madiun.

Tak hanya dari belahan bumi Jawa, banyak tamu yang berdatangan dari pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT hingga Maluku ke Desa Kepel untuk belajar bertanam porang. Banyaknya tamu dari luar daerah yang ingin belajar budidaya tanaman porang menjadi ide yang menarik bagi kelompok tani bernama Sarwo Asih Desa Kepel membuat paket studi porang.

Setiap warga yang hendak serius belajar bertanam porang bisa memilih paket studi porang yang disedikan gapoktan tersebut.
Harga paket studi porang pun murah meriah mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 350.000. Bahkan ada paket yang menyediakan tempat bermalam plus wisata alam menawan di Gligi Forest Park.

PRAKTEK—Tak hanya diberikan teori, warga yang ingin belajar porang dengan mengambil paket yang ditawarkan Bumdes Kepel juga langsung turun praktek ke lapangan. Mereka diberikan materi praktek bertanam, memupuk hingga memanen.

“Ada empat paket yang kami tawarkan yakni paket privat Rp 200.000, paket pelajar Rp 80 ribu, paket studi kelompok dua hari satu malam plus pariwisata dengan biaya per orang Rp 250.000. Dan paket privat dua hari satu malam plus pariwisata dengan biaya Rp 350.000,” kata Ketua Gapakton Sarwo Asih, Suyanto yang akrab disapa Yanto kepada Beritatrends.com, Jumat (22/11/2019)

Untuk paket wisata studi porang edukasi pelajar waktunya satu hari dengan jumlah peserta minimal 15 orang. Bagi kelompok yang mengikuti paket edukasi pelajar mendapatkan fasilitas pemateri, gedung, sound system, wifi , tiket wisata Desa Kepel, makan satu kali dan snack dua kali.

Sementara studi porang dengan paket private waktu dua hari satu malam biayanya sebesar Rp 350.000. Warga yang mengambil paket ini mendapatkan fasilitas materi, homestay, ATK, tiket wisata Desa Kepel, makan tiga kali dan snack. Fasilitas yang sama juga diperoleh bagi warga yang mengambil paket studi kelompok dengan jumlah minimal peserta sebanyak 10 orang. Harganya, masing-masing peserta ditarik kontribusi sebesar Rp 250.000.

SERTIFIKAT—Bagi warga yang mengambil paket studi porang, setelah selesai mengenyam pendidikan diberikan sertifikat dari Bumdes Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Menurut Yanto pasca dibuka paket edukasi itu, terhitung sudah 200-an yang belajar bertanam porang dengan mengambil paket studi tersebut. Pasalnya lewat paket itu, para peserta diajari bagaimana menanam porang, pemupukan hingga pasca panen. ” Kami ajarkan semua tentang budidaya porang,” jelas Yanto.

Sampai saat ini, peserta yang mengambil paket studi porang berasal dari berbagai daerah di di pulau jawa hingga luar jawa. Tak hanya itu, timnya juga melayani undangan mengajar hingga ke luar Madiun.
Yanto mengakui saat membuka studi porang, timnya hanya iseng saja. Namun pembukaan paket studi porang banyak diminati warga. Total sampai saat ini 200-an orang yang datang ke Kepel untuk belajar porang.

Banyaknya petani Indonesia yang melirik budidaya porang lantaran harganya saat ini terus melejit. Porang basah perkilogram mencapai Rp 12 ribu. Sementara bibit porang (katak) sekilonya mencapai Rp 210 kilogram.

BERIKAN MATERI—Tak hanya melayani pembelajaran dengan mengambil paket studi porang, Gapoktan Sarwo Asih yang menjadi Bumdes Desa Kepel juga melayani undangan ke luar daerah untuk memberikan pelajaran bertanam porang. Nampak Ketua Gapoktan Sarwo Asih, Suyanto sementara berada di Kabupaten Lombok Utara, Prop NTB memberikan materi pembelajaran bertanam porang.

Lewat paket studi itu pula dijelaskan penanaman porang di area terbuka dengan hasilnya lebih memuaskan. Selain itu untuk memaksimalkan hasil umbi porang, tim memiliki tips khusus dalam hal pemupukan. Ia mencontohkan didaerah lain selama satu tahun satu tanaman porang menghasilkan dua hingga tiga ons umbi. Maka petani di Desa Kepel bisa menghasilkan satu hinga 1,5 kilogram porang.

Kepala Desa Kepel, Sungkono, mengatakan paket studi yang dibuat Gapoktan Sarwo Asih akan dijadikan dalam unit Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Masuknya paket wisata dalam unit bumdes itu penting agar pemerintah desa bisa memberikan penyertaan modal hingga berdiri Pusat Edukasi Porang Indonesia di Madiun.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan Pusat Edukasi Porang Indonesia, beberapa perusahaan milik pemerintah sudah memberikan bantuannya dengan program CSRnya untuk membuat gedung. Sementara itu pemerintah desa bekerjasama dengan pihak ketiga berafiliasi dengan UGM menyiapkan bentuk lembaga sehingga edukasi berjalan legal dan baik.

SIMAK—Warga yang belajar budidaya porang nampak menyimak materi yang disampaikan tim Gapoktan Sarwo Asih, Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

 

“Bila sudah terwujud pusat edukasi maka bibit harus siap. Untuk itu pihak UGM kami harapkan dapat membantu bibit yang keluar sudah tersertifikasi dan berkualitas,” jelas Sungkono.

Ia menambahkan pusat edukasi porang akan dibangun tahun 2020. Dengan demikian, warga dari manapun dapat datang dan belajar tentang porang di pusat studi tersebut. (MAL).

News Feed