oleh

Tariu Borneo Mempersatukan Masyarakat Adat Dayak

Masyarakat Adat Dayak

Beritatrends, Sintang – Organisasi masyarakat adat dayak terbesar di Kalimantan, yang saat ini mungkin tidak asing lagi didengar oleh kalangan dan pelosok penjuru daerah di kalimantan, bahkan nasional, yaitu organisasi “Tariu Borneo Bangkule Rajakng” merupakan bentuk pertahanan masyarakat adat Dayak, yang peduli akan adat istiadat dan budaya, hal tersebut disampaikan oleh Antonius Desa saat wawancara dengan Beritatrends.com Jum’at (22/11/19)

Anton menjelaskan bahwa saat ini perlu adanya wadah, untuk melakukan gerakan dari masyarakat, dan anak-anak muda yang mungkin tidak pernah tersentuh oleh kecanggihan teknologi saat ini, terutama untuk mengenalkan adat, budaya, tradisi dan sejarah untuk melestarikan warisan nenek moyang kita ini. Makanya kami ingin anak-anak muda yang peduli untuk bisa ambil bagian untuk menggali kembali asal usul kita orang Dayak, jelas Anton.

Saat ini kita patut bersyukur dengan keberadaan organisasi Tariu Borneo, yang mampu menghimpun masyarakat untuk bergabung, terutama yang cunta adat, budaya dan tradisi nenek moyang kita. Dengan harapan mampu mengedukasi adat, budaya dan tradisi menjadi bahan ilmu pengetahuan, sesuai dengan perkembangan jaman, yaitu menggabungkan tradisi dan teknologi, ungkapnya.

Dijelaskan juga bahwa saat ini organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng, adalah satu-satunya yang mampu memberi pemahaman pada masyarakat, makna dari identitas kita masyarakat adat, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang mau peduli dengan kita. Cuma kadang-kadang ada pandangan negatif yang dilihat orang lain, ketika sudah mendengar organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng, karena mereka tidak faham, tetapi bagi yang tergabung justru membawa suatu kebanggaan tersendiri. Jelas Antonius Desa.

Tariu borneo tidak hanya berbicara pada tataran adat dan istiadat, tetapi sebagai garda terdepan pada perjuangan masyarakat dayak. hal itu tampak pada proses penyampaikan surat permintaan pembebasan kepada Presiden Republik indonesia. Gerakan tidak hanya sampai disitu, tetapi Tariu borneo melakukan aksi di depan pengadilan Negri sintang, yang di ikuti ribuan pasukan merah, di ikuti perwakilan dari Kabupaten melawi dengan jumlah 400 pasukan merah, memadati pengadilan negeri sintang.

Anton menyampaikan dalam orasi di tengah ribuan massa pasukan merah, antara lain
petani adalah pekerjaan yang terhormat, karena peladang adalah pahlawan keluarga, peladang bukan kriminal, peladang di lindungi UU no. 32/2009 ttg lingkungan hidup.
Maka sebagai putra dan putri dayak yang lahir dari seorang peladang, sepantasnya melakukan aksi ini. Kalau bukan kita siapalagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Selain itu anton menegaskan dalam orasinya mengatakan PELADANG BUKAN PENJAHAT… JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK BELADANG….

selain itu anton jga mengajak generasi muda dayak untuk selalu mempertahankan setiap kearifan lokal yang ada, dan jangan sampai hilang di telan zaman, karena suatu saat kalau kearifan lokal dan budaya hilang, Ibarat Pohon tanpa akar, tegasnya.

Hukum jangan hanya tumpul ke atas, tapi tajam kebawah, Kalau hal ini terjadi, maka sangat di sayangkan, kita akan mengalami peristiwa kemarau di masa yg akan datang, maka hendaknya peristiwa ini, cukup yang terakhir, dan tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

Selain itu anton mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPR RI KOMISI IV Yessy melenia SE, yang langsung merespon hal ini, semoga perwakilan Rakyat yang telah di dukung rakyat ini mampu menyuarakan tentang peristiwa karhutla yg terjadi di kalimantan Barat. (Tinus Victoria)

News Feed