oleh

Gandeng Universitas Brawijaya, Bappeda Susun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kab Madiun

Kepala Bidang Sosial Budaya, Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Kabupaten Madiun, Titik Suyati memberikan penjelasan tentang penyusunan strategi penanggulangan kemiskinan daerah di Kabupaten Madiun selama lima tahun kedepan, Kamis (21/11/2019) siang.

MADIUN, BERITATRENDS—Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun menyusun strategi penanggulangan kemiskinan daerah (SPKD) selama lima tahun kedepan dengan menggandeng Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya Malang.
Kepala Bidang Sosial Budaya, Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Kabupaten Madiun, Titik Suyati kepada Beritatrends.com, Kamis (21/11/2019) siang membenarkan adanya penyusunan strategi penanggulangan kemiskinan daerah Kabupaten Madiun. Strategi penanggulangan kemiskinan daerah itu akan diperuntukkan untuk penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Madiun selama lima tahun kedepan.

“Tahap awal penyusuan strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Madiun akan dimulai dengan pengumpulan data. Data itu berupa permasalahan yang ada di masyarakat, program yang ada di OPD lalu dipadukan dan disinergikan di Pemprop Jatim dan pemerintah pusat,” kata Titik.

Pemateri dari Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya memberikan materi dalam FGD strategi penanggulangan kemiskinan daerah di aula Bappeda Kabupaten Madiun, Kamis (21/11/2019) siang.

 

Untuk menyusun strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Madiun, Bappeda bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya Malang. Pasalnya untuk penyusunan SKPD membutuhkan survei lapangan. “Nanti Bappeda membuat strateginya dan eksekusinya langsung masing-masing ke OPDnya,” jelas Titik.

Untuk mengumpulkan data, kata Titik, Bappeda Madiun menggelar focus group discussion (FGD) dengan mengundang perwakilan organisasi perangkat daerah terkait. Saat FGD, perwakilan dari OPD memberikan masukan terkait strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Madiun yang dilakukan instansinya selama lima tahun kedepan.

Peserta dari perwakilan organisasi perangkat dareah mengikuti FGD strategi penanggulangan kemiskinan daerah di aula Bappeda Kabupaten Madiun, Kamis (21/11/2019) siang.

 

“ Strategi nanti akan diwujudkan dalam tahapan setiap tahunnya. Nanti akan dibuat pertahunnya itu seperti apa. Tahun ini apa dan tahun kedua apa. Akan mulai dari hulu hingga hilir,” jelas Titik

Ia menambahkan penyusukan SPKD Kabupaten Madiun akan selesai akhir tahun 2019. Gambaranya SPKD nanti nanti ada program intervensi dari pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. Dengan demikian perlu diketahui gambaran penyebab kemiskinan di Kabupaten Madiun.
Tak hanya itu, program untuk penanggulangan kemiskinan nanti sifatnya harus membuat warga menjadi mandiri. Untuk itu setiap warga miskin diberikan stimulan pemberdayaan sehingga bisa mandiri dan tidak bergantung lagi bantuan dari pemerintah. “Kedepan masyarakat miskin kami berikan program yang membuat mereka mandiri dan tidak lagi mengharapkan bantuan dari pemerintah, “ demikian Titik. (MAL).

News Feed