oleh

DPMPTSP Kab Madiun Luncurkan Program Oke Deh, Warga Urus Ijin UMKM Dua Jam Selesai,

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto memonitoring warga yang sementara mengurus ijin usaha kecil dan menengah melalui program OSS keliling desa dan kelurahan di Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (20/11/2019) siang.

 

MADIUN, BERITATRENDS—Warga Kabupaten Madiun yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah merasa terbantu dengan hadirnya program online single submission keliling desa dan kelurahan. Pasalnya hanya dengan membutuhkan waktu dua jam pengurusan ijin usaha skala kecil dan menengah langsung selesai.

“Kami sangat puas dan terbantu dengan program terobosan OSS keliling desa dan kelurahan (Oke Deh) yang diluncurkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun. Untuk mendapatkan ijin usaha jualan martabak saya hanya membutuhkan dua jam saja,” Mistaman (39), warga Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun kepada Beritatrends.com, Rabu (20/11/2019) pagi.

Pagi itu Mistaman mendatangi petugas OSS keliling desa dan kelurahan yang melayani permohonan pengajuan ijin usaha skala kecil dan menengah di lokasi bakti social terpadu di Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng,  Kabupaten Madiun. Bermodalkan KTP, KK dan alamat email, Mistaman menemui dua petugas program OSS keliling desa an kelurahan.

Kasi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Kab Madiun, Elvy Nyraeny menyerahkan ijin usaha kecil dan menengah yang sudah jadi kepada Taufik Hidayat (30), warga Desa Kenongo Rejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun yang memiliki usaha kerupuk di kantor Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (20/11/2019) siang.

 

Setelah menyerahkan KTP, kartu keluarga dan email, Mistaman mengisi formulir lalu diwawancara petugas terkait usaha yang digelutinya. Usai diwawancara, tak sampai dua jam, ijin usahanya sudah jadi dan langsung dibawa pulang.

Taman panggilan akrab Mistaman merasa lega setelah memiliki ijin usaha dari pemerintah. Dengan ijin usaha yang diperoleh, ia dapat mengembangkan usaha martabaknya menjadi lebih besar. Sebelumnya ia merasa was-was lantaran berjualan martabak belum memiliki ijin dari pemerintah.

Tak hanya lega, kata Taman, ijin usaha yang dipegang menjadikannya mudah untuk mendapatkan modal tambahan usaha martabaknya. Pasalnya, ijin usaha yang dikeluarkan pemerintah menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank.

Seorang ibu rumah tangga sementara didata saat mengurus ijin usaha kecil dan menengah pada program OSS keliling desa dan kelurahan di kantor Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (20/11/2019) siang.

 

“Kalau sudah punya ijin itu kami mau pinjam ke bank gampang. Selain itu kalau ditanyain orang sudah memiliki ijin juga enak dalam kami berusaha. Dan tentunya hati kami merasa aman dan nyaman setelah mendapatkan ijin usaha yang sah dari Pemkab Madiun,” jelas Tarman.
Untuk mendapatkan ijin usaha skala kecil dan menengah, kata Tarman, dirinya hanya cukup membawa KTP, kartu keluarga dan alamat email. Setelah menyerahkan syarat-syarat tersebut, petugas OSS keliling desa dan kelurahan langsung memproses hingga mencetak ijin usaha yang sah.

Senada dengan Taman, Taufik Hidayat (30), warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng merasa terbantu dengan program OSS keliling desa dan kelurahan. Setelah mendapatkan ijin usaha dari Pemkab Madiun, pengusaha kerupuk itu merasa yakin usahanya akan makin berkembang.  “Kalau usaha saya sudah berijin maka  saya yakin usaha kerupuk saya makin dikenal banyak orang dan laris,” kata Taufik
Untuk mendapatkan ijin usaha tersebut, Taufik hanya berbekal KTP, kartu keluarga dan alamat email. Pria yang baru merintis usaha kerupuknya sepuluh bulan itu mengaku tidak dimintai sama sekali biaya pengurusan ijin usaha dari petugas Dinas DPMPTSP Kabupaten Madiun. “Semuanya gratis. Tidak ada yang bayar untuk mengurus ijin usaha skala kecil dan menengah,” jelas Taufik.

Taufik berharap kedepan Pemkab Madiun mengajak warga yang memiliki usaha kecil dan menengah studi banding ke daerah lain untuk pengembangan usaha. Apalagi ia berusaha kerupuk secara otodidak.
Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto mengatakan animo warga untuk membuat ijin usaha kecil dan menengah sangat besar. Apalagi pengurusan ijin usaha kecil dan menengah tidak membutuhkan syarat yang banyak. “Warga cukup membawa KTP dan alamat email langsung bisa mendapatkan ijin usaha skala kecil dan menengah,” jelas Arik. (MAL).

News Feed